Search This Blog

Followers

like Batu

Jumlah Paparan Halaman

Isnin, 2 Januari 2012

AKHIRAT, TEMPAT TINGGAL MANUSIA YANG SEBENARNYA Bah 10


PERMOHONAN PUTUS ASA DAN TANPA HARAPAN
Penghuni neraka berada dalam keadaan tanpa harapan. Siksaan yang mereka jalani sangat kejam dan tanpa akhir. Harapan mereka satu-satunya adalah menangis dan meminta keselamatan. Mereka melihat para penghuni surga dan meminta air dan makanan. Mereka mencoba bertobat dan meminta ampunan Allah. Namun, semuanya sia-sia.
Penghuni neraka memohon kepada para penjaga. Mereka bahkan menghendaki para penjaga itu sebagai perantara antara mereka dan Allah dan meminta belas kasihan. Rasa sakit begitu tidak tertahankan dan mereka ingin dibebaskan darinya walau hanya untuk satu hari:
Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari." Penjaga Jahanam berkata: "‘Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab: "Benar, sudah datang." Penjaga-penjaga Jahanam berkata: "Berdoalah kamu". Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka. (QS. Al Ghafir, 40: 49-50)
Orang-orang kafir mencoba lebih jauh lagi mencari pengampunan, namun mereka ditolak dengan tegas:
Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya, maka jika kami kembali, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim." Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku." Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa : "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik." Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka, Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang. (QS. Al Mu'minuun, 23: 106-111)
Ini benar-benar perkataan terakhir Allah terhadap penghuni neraka. Firman-Nya, "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku." sudah final. Sejak itu, Allah tidak pernah mempertimbangkan lagi tentang para penghuni neraka. Tak seorang pun suka bahkan sekadar memikirkan situasi ini.
Sementara penghuni neraka disiksa, mereka yang memperoleh "kebahagiaan dan keselamatan", yakni orang-orang yang beriman, tinggal di surga menikmati keberuntungan dari kemurahan yang tanpa akhir. Penderitaan para penghuni neraka menjadi lebih hebat ketika mereka melihat dan mengamati kehidupan mereka yang beriman di surga. Memang, tatkala menjalani siksaan yang tak tertahankan, mereka dapat "menonton" kenikmatan yang luar biasa di surga.
Orang-orang yang beriman, yang ditertawakan orang-orang kafir di dunia, sekarang menjalani hidup yang penuh dan bahagia, tinggal di tempat-tempat yang mulia, rumah-rumah megah dengan wanita-wanita yang cantik, dan menikmati makanan dan minuman yang lezat. Penampakan orang-orang yang beriman di dalam kedamaian dan kelimpahan makin memperkuat penghinaan di neraka. Pemandangan ini menambahkan sakit dan derita kepada kesedihan mereka. Penyesalan itu bertambah dalam dan kian dalam. Karena tidak mematuhi perintah Allah di dunia, mereka merasakan penyesalan yang dalam. Mereka berpaling kepada orang-orang beriman di surga dan mencoba untuk berbicara kepada mereka. Mereka memohon pertolongan dan simpati. Namun, ini hanyalah usaha yang sia-sia. Para penghuni surga juga melihat mereka. Penampilan dan kehidupan mereka yang mulia membuat mereka semakin bersyukur kepada Allah. Berikut ini adalah percakapan antara para penghuni neraka dan penghuni surga:
Berada di dalam surga, mereka tanya-menanya, tentang orang-orang yang berdosa, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian." Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat. (QS. Al Muddatstsir, 74: 40-48)

Tiada ulasan: