Pages

Search This Blog

Followers

like Batu

Jumlah Paparan Halaman

Sabtu, 14 Januari 2012

BERSABAR MENGHADAPI PELBAGAI KESUKARAN


“Maka bersabarlah, dengan cara kesabaran Yang sebaik-baiknya…” (Surah al-Ma’arij, 5)
Sabar adalah salah satu ciri yang paling penting bagi orang beriman. Apa yang menyebabkan kesabaran jadi berharga ialah "supaya bersabar dengan kesabaran yang sebaik-baiknya". Allah yang Maha Kuasa menciptakan pelbagai kejadian untuk seseorang Muslim di mana dia harus mempamerkan kesabarannya.
Kelemahan-kelemahan dan pelbagai penyakit yang khusus di dunia ini, penindasan dan penghinaan orang-orang kafir, orang yang Allah pertemukan kepada kita adalah untuk menguji diri yang lemah ini dan merupakan sebahagian dari kepelbagaian kejadian tersebut.
Adalah satu rahmat yang besar untuk hidup dengan harapan dan keinginan untuk mencapai Syurga, yang merupakan manifestasi keindahan tidak terhingga yang Allah kaitkan kepada kita dalam al-Quran dan Hadis. Walaupun berharap untuk mencapai syurga, orang-orang beriman harus menunjukkan kesabaran yang sebaik-baiknya ke arah kelemahan hidup ini.
Salah satu sifat-sifat kesabaran yang paling penting adalah sentiasa bersabar dengan hati yang tenang. Yakin sepenuhnya bahawa semua kejadian yang Allah tunjukkan kepada kita dicipta dengan cara yang terbaik, dalam bentuk yang paling bijak. Hati yang yakin akan ternampak di wajahnya, satu ketenangan dalam jiwa dan ucapannya. Di wajahnya muncul ketenangan yang disebabkan kesabarannya. Kata-katanya menunjukkan kematangan dan keyakinan kepada Allah.
Seseorang yang menunjukkan kesabaran dengan sebaik-baik sabar sedar dia melakukan ibadah dan sedar bahawa dia bersabar untuk Allah. Oleh itu dia ikhlas dengan kesabaran ini. Sama seperti bagaimana seseorang bersyukur kepada Allah dengan kata-kata dan perbuatannya apabila dia mendapat banyak rahmat, dan menggunakan nikmat tersebut dengan cara yang terbaik, begitu juga dia harus  menghadapi situasi dimana dia harus bersabar dan bertindak dalam kesedaran bahawa ada keberkatan dari Allah. Dia mesti bertindak dengan kesedaran bahawa kejadian-kejadian tersebut dicipta dengan penuh kebijaksanaan supaya dapat meletakkan asas bagi keindahan dan mengalami keindahan tersebut sambil menunjukkan kesabaran.

Satu lagi tujuan menunjukkan kesabaran adalah dengan mengamalkan sifat ini dia mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan keikhlasan yang tulus seorang Muslim kepada Allah. Seseorang yang bersabar dalam menghadapi masalah, kesusahan, atau penyakit untuk mandapatkan keredaan Allah, tahu bahawa setiap detik, setiap saat kesabaran ini sangat berharga di sisi Allah. Di akhirat, ganjaran suatu amalan yang dilakukan dengan menunjukkan kesabaran yang sebaik-baiknya dan suatu amalan yang dilakukan di bawah keadaan yang sangat selesa atau tidak dengan usaha sama sekali tidak boleh sama. Jika seseorang beramal dan pada masa yang sama menunjukkan kesabaran, akhlaknya menyebabkan amalannya lebih bernilai. Sebagai contoh, seseorang yang melakukan pengorbanan ketika sedang sakit dan semasa dia sihat sempurna, tidak mungkin sama. Jika seseorang melakukan pengorbanan untuk keredaan Allah semasa dia sakit, dia, dengan izin Allah, mengalami keindahan kesabaran yang sebenar-benarnya. Atas sebab ini, sehingga kematian datang menjemput mereka, umat Islam sentiasa menunjukkan kesabaran yang sebenar-benarnya seperti yang Allah nyatakan dalam  Qur’an, apabila mereka menghadapi suatu kesulitan, kecil atau besar. Sebagai balasan atas keindahan akhlak dan kesabaran sebenar yang ditunjukkannya, dia teruskan hidup dengan mengharap keredaan Allah.
Read More..

DISEBALIK PERANG IRAQ BAHG 5 ( TAMAT )




SATU-SATUNYA JALAN MENUJU PERDAMAIAN DUNIA: PERSATUAN ISLAM
Keadaan di atas dapat dirangkum sebagai berikut: Tujuan Israel adalah untuk menata ulang kawasan Timur Tengah menurut kepentingan strategisnya sendiri. Untuk mencapai hal ini, untuk menguasai Timur Tengah, wilayah paling mudah bergejolak di dunia, Israel memerlukan sebuah "kekuatan dunia." Kekuatan ini adalah Amerika Serikat; dan Israel, dengan kekuatan pengaruhnya terhadap AS, tengah berupaya menggadaikan kebijakan luar negeri AS terhadap Timur Tengah. Meskipun Israel adalah sebuah negara kecil berpenduduk 4,5 juta jiwa, rencana yang disusun Israel dan para pendukungnya di Barat mengendalikan keseluruhan dunia.
Apa yang perlu dilakukan menghadapi kenyataan ini?
1) Kegiatan melobi perlu dilakukan dalam rangka menandingi pengaruh lobi Israel di Amerika Serikat guna membangun dialog antara AS dan dunia Islam, dan untuk mengajaknya mencari cara damai dalam memecahkan permasalahan Irak dan permasalahan serupa lainnya. Banyak kalangan AS menginginkan negeri mereka mengambil kebijakan Timur Tengah yang lebih adil. Banyak negarawan, ahli strategi, wartawan dan cendekiawan telah mengungkapkan hal ini, dan gerakan "perdamaian antar peradaban" harus digulirkan dengan bekerjasama dengan kalangan tersebut.
2) Pendekatan yang mengajak pemerintah AS kepada pemecahan masalah secara damai haruslah dibawa ke tingkat pemerintahan dan masyarakat sipil.
Bersamaan dengan ini semua, jalan keluar paling mendasar terletak pada sebuah proyek yang dapat menyelesaikan seluruh permasalahan antara dunia Islam dan Barat, dan dapat mengatasi perpecahan, penderitaan dan kemiskinan di dunia Islam dan sama sekali merubahnya, dan ini adalah Persatuan Islam.
Perkembangan terakhir telah menunjukkan bahwa seluruh dunia, tidak hanya wilayah-wilayah Islam, memerlukan sebuah "Persatuan Islam." Persatuan ini haruslah mampu meredam unsur-unsur radikal di Dunia Islam, dan membangun hubungan baik antar negara-negara Islam dan Barat, khususnya Amerika Serikat. Persatuan ini juga hendaknya membantu menemukan jalan keluar bagi induk dari seluruh permasalahan yang ada: perseteruan Arab-Israel. Hanya dengan penarikan diri Israel hingga batas wilayahnya sebelum tahun 1967, dan pengakuan bangsa Arab atas keberadaannya, akan ada perdamaian sesungguhnya di Timur Tengah. Dan umat Yahudi dan Muslim – yang keduanya keturunan Nabi Ibrahim dan beriman pada satu Tuhan saja – dapat hidup berdampingan di Tanah Suci, sebagaimana yang telah mereka tunjukkan di abad-abad yang lalu. Dengan demikian, Israel takkan lagi memerlukan strategi untuk mengganggu keamanan atau memecah-belah negara-negara Arab. Dan Israel takkan menghadapi balasan atas pendudukannya dalam bentuk kekerasan dan ketakutan terus-menerus terhadap upaya penghancuran terhadapnya. Lalu, keduanya, anak-anak Israel dan Irak (juga Palestina) dapat tumbuh dalam lingkungan yang damai dan aman. Inilah wilayah Timur Tengah yang seharusnya didambakan dan berusaha diwujudkan oleh setiap orang yang bijak.

Tamat
Read More..

Khamis, 12 Januari 2012

DISEBALIK PERANG IRAQ BAHG 4








MINYAKKAH YANG MENJADI TUJUAN SEBENARNYA?
Mengapa para anggota PNAC sangat bersikukuh untuk menggulingkan Saddam? Artikel yang sama melanjutkan:
Meskipun minyak melatarbelakangi pernyataan kebijakan PNAC terhadap Irak, namun tampaknya ini bukanlah pendorong utama. [Ian] Lustick, [seorang profesor ilmu politik Universitas Pennsylvania dan ahli Timur Tengah,] yang juga pengecam kebijakan Bush, mengatakan bahwa minyak dipandang oleh para pendukung perang terutama sebagai cara untuk membayar operasi militer yang sangat mahal.
"Saya dari Texas, dan setiap orang perminyakan yang saya kenal menentang tindakan militer terhadap Irak," kata Schmitt dari PNAC. "Pasar minyak tidak perlu diganggu."
Lustick yakin bahwa dalang tersembunyi yang sangat berpengaruh kuat kemungkinan adalah Israel. Ia mengatakan para pendukung perang dalam pemerintahan Bush yakin bahwa parade pasukan di Irak akan memaksa Palestina menerima rancangan perdamaian yang menguntungkan Israel"(William Bunch, "Invading Iraq not a new idea for Bush clique"Philadelphia Daily News, 27 Jan. 2003)
Jadi, inilah dorongan utama di balik rencana untuk menyerang Irak: membantu strategi Israel di Timur Tengah.
Fakta ini juga ditengarai oleh sejumlah ahli Timur Tengah lainnya. Misalnya Cengiz Çandar, ahli Timur Tengah asal Turki, memaparkan kekuatan sesungguhnya di balik rencana penyerangan atas Irak sebagaimana berikut:
"Siapakah yang mengarahkan serangan atas Irak? Wakil Presiden Dick Cheney, Menteri Pertahanan Rumsfeld, Penasehat Keamanan Dalam Negeri Condoleeza Rice. Mereka inilah para pendukung "tingkat tinggi" terhadap penyerbuan tersebut. Akan tetapi, selebihnya dari gunung es tersebut sungguh lebih besar dan lebih menarik. Terdapat sejumlah "lobi."
Yang terdepan di barisan lobi ini adalah tim Jewish Institute for Security Affairs (Lembaga Yahudi untuk Masalah Keamanan) JINSA, yang merupakan kelompok kanan Israel pro-Likud yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan industri-industri senjata AS" Mereka memiliki hubungan erat dengan "lobi persenjataan," Lockheed, Northrop, General Dynamics dan industri militer Israel" Prinsip mendasar JINSA adalah bahwa keamanan AS dan Israel adalah tak terpisahkan. Dengan kata lalin, keduanya adalah sama.
Tujuan JINSA tidak terbatas pada merobohkan rezim Saddam di Irak, tetapi juga mendukung penggulingan rezim Saudi Arabia, Syria, Mesir dan Iran dengan logika "perang total", yang diikuti dengan "penegakan" demokrasi. …Dengan kata lalin, sejumlah Yahudi Amerika yang seirama dengan kelompok-kelompok paling ekstrim di Israel sekarang terdiri atas orang-orang yang mendukung perang di Washington. (Cengiz Çandar, "Iraq and the 'Friends of Turkey' American Hawks", Yeni Safak, 3 September 2002.)
PROJEK ISRAEL "PENGUASAAN DUNIA SECARA DIAM-DIAM"
Singkatnya, terdapat kalangan di Washington yang mendorong terjadinya perang yang awalnya dilancarkan terhadap Irak, dan setelah itu terhadap Saudi Arabia, Syria, Iran dan Mesir. Ciri mereka paling kentara adalah mereka berbaris di samping, dan bahkan sama dengan, "lobi Israel."
Tak menjadi soal betapa sering mereka berbicara tentang "kepentingan Amerika," orang-orang ini sebenarnya mendukung kepentingan Israel. Strategi melancarkan peperangan terhadap seluruh Timur Tengah sehingga menjadikan seluruh rakyat di kawasan tersebut bangkit melawan AS tak mungkin akan menguntungkan pihak AS. Penggunaan strategi seperti ini hanya mungkin dapat dilakukan jika AS tunduk pada Israel, melalui lobi Israel, yang luar biasa berpengaruhnya terhadap kebijakan luar negeri negara tersebut.
Dengan alasan ini, maka di belakang strategi yang mulai dijalankan pasca 11 September dan yang ditujukan untuk merubah peta seluruh dunia Islam, terdapat rencana rahasia Israel untuk "menguasai dunia." Sejak pendiriannya, Israel telah bercita-cita merubah peta Timur Tengah, menjadikannya mudah diatur sehingga tidak lagi menjadi ancaman baginya. Israel telah menggunakan pengaruhnya di AS untuk tujuan ini di tahun-tahun belakangan, dan memiliki andil besar dalam mengarahkan kebijakan Washington di Timur Tengah. Keadaan pasca 11 September memberi Israel kesempatan yang selama ini telah dicari-carinya. Para ideolog pro-Israel yang selama bertahun-tahun secara tidak benar telah menyatakan bahwa Islam sendirilah yang – dan bukan sejumlah kelompok radikal militan yang berbaju Islam – memunculkan ancaman terhadap Barat dan AS. Merekalah yang berusaha meyakinkan kebenaran gagasan keliru tentang "benturan antar peradaban," dan telah berupaya mempengaruhi AS agar memusuhi dunia Islam setelah peristiwa 11 September. Sudah sejak tahun 1995, Israel Shahak dari Universitas Hebrew, Jerusalem, menuliskan keinginan Perdana Menteri Rabin sebagai "gagasan perang melawan Islam yang dipimpin Israel." Nahum Barnea, penulis opini dari surat kabar Israel, Yediot Ahronot, menyatakan di tahun yang sama bahwa Israel tengah mengalami kemajuan "[untuk] menjadi pemimpin Barat dalam perang melawan musuh, yakni Islam." (Israel Shahak, "Downturn in Rabin's Popularity Has Several Causes", Washington Report on Middle East Affairs, Maret 1995.)
Semua yang telah terjadi di tahun-tahun berikutnya adalah bahwa Israel menjadikan niatannya semakin kentara. Iklim politik pasca 11 September memberikan peluang untuk mewujudkan niatan ini menjadi kenyataan. Dunia kini tengah menyaksikan tahap demi tahap menerapan kebijakan Israel dalam memecah-belah Irak, yang telah dirancang di Konggres Zionis Dunia pada tahun 1982.
Read More..

Selasa, 10 Januari 2012

Kalah di medan pentempuran dengan golongan muda: Adam Adli 2 Umno 0

Kebanyakkan kerajaan di dunia ini akan memulakan tahun baru dengan percikan bunga api dan pertunjukan yang menarik untuk rakyat. Adalah sesuatu yang baik untuk membuatkan rakyat merasa bersatu, terhibur dan menyokong pemimpin mereka. Tetapi bagi Umno di Malaysia, lain pula kisahnya.


Dalam satu demonstrasi lewat malam melibatkan 100 orang pelajar di Tanjong Malim, polis telah mempamirkan sikpa sebenar mereka dengan memukul anak-anak muda ini untuk menyelamatkan PM Najib Razak daripada dimalukan. Walaubagaimanapun, kekerasan ini telah memberikan efek buruk kepada Najib dan UMNO. Rakyat Malaysia, terutamanya golongan muda mahu penjelasan mengapa salah seorang daripada pelajar demonstrasi tersebut telah dipukul oleh 8 orang polis termasuk pegawai cawangan khas sebelum dibawa ke Hospital Slim River oleh rakan-rakannya. Safwan telah menjadi koma dan patah tulang pipi sebelum beliau kembali sedar.


Kekerasan yang tidak bersebab oleh pihak polis terhadap pelajar-pelajar ini telah mencipta suatu keresahan dikalangan golongan elit UMNO dan juga Najib memandangkan mereka semakin jelas kehilangan kuasa ke atas kerajaan persekutuan. Semakin buruk keadaan, semakin teruk Umno-BN.


Serangan koma dan insiden bendera minggu lepas


Pelajar-pelajar ini telah berkumpul dihadapan Universiti Perguruan Sultan Idris dan memprotes terhadap Akta Universiti dan Kolej Universiti AUKU 1971 dan menggesa agar UPSI menggugurkan tindakan tatatertib terhadap pemimpin pelajar Adam Adli yang telah mendapat status ikon berikutan insiden menurunkan bendera wajah Najib.


Pada Sabtu lepas, 17 Disember selepas menyerahkan memorandum kepada SUHAKAM menuntut kebebasan akademik dan pemansuhan AUKU, sekumpulan pelajar yang memanggil diri merekaa Solidariti Mahasiswa Malaysia (SMM) telah berkumpul di PWTC, ibu pejabat UMNO.


Mereka mahu menyerahkan memorandum kepada Timbalan Menteri Pengajian Tinggi, Saifuddin Abdullah dan dalam semangat itulah Adam Adli telah menimbulkan kemarahan pihak berkuasa. Pelajar berusia 22 tahun dari UPSI Tanjung Malin ini telah menurunkan bendera yang mempamerkan wajah Najib dan menggantikannya dengan bendera yang tertulis SMM Kebebasan Akademik.


Bolehlah dikatakan tindakan Adam Adli itu telah membuatkan pentadbiran Najib mendapat serangan jantung atau sesuatu yang lebih kurang sama dengan itu.


Tiada sandiwara, tiada penipuan


SMM membantah keputusan kerajaan untuk meminda AUKU kerana menurut mereka ia Cuma satu sandiwara politik, sama dengan Pelan Transformasi Politik, Program Transformasi Ekonomi dan Program Transformasi Kerajaan yang telah diutarakan Najib tetapi tiada kesan dan kemajuan. Akhirnya, hasil konkrit pentadbiran beliau yang berusia 2 tahun setengah itu telah hanya membuahkan undang-undang yang menekan dan menghalang seperti Akta Perhimpunan Aman.


Tindakan protes Adam tidak mengambil masa lebih 5 minit dan bendera Najib itu kemudiaanya dinaikkan semula setelah pelajar tamat menunjukkan batahan sivil mereka.


SMM juga menegaskan bahawa bukan Adam Adli seorang yang telah menurunkan bendera dan menukar bendera tetapi kesemua 400 mereka. Adam Adli cuma bertegas bahawa beliau memegang bendera wajah Najib itu di tangan beliau selama bendera mereka dinaikkan kerana rasa hormat- jika bukan kepada lelaki itu, rasa hormat pada institusi tersebut.


Sungguhpun begitu, tindakan Adam Adli yang berani telah menegaskan suatu kenyataan yang sudah lama sepatutnya disuarakan betapa lemahnya Najib sebagai seorang pemimpin. Walau dengan cara yang ironik, ia telah menunjukkan betapa menyedihkan status pelajar universiti kita yang selama ini dihalang daripada menyertai pentas politik negara dan penciptaan polisi. Tidak langsung sesuai untuk status pelajar yang berada di institusi pengajian tertinggi negara.


Tindak balas, kritikan dan ugutan


Walaupun telah acap kali di kritik dan menjadi tumpuan media, Adam Adli tetap teguh dengan pendirian beliau. Antara yang pertama memberi reaksi terhadap Adam adalah Persatuan Pemimpin Alumni Mahasiswa Aspirasi Malaysia –Aspirasi yang mengecam tindakan SMM dan juga telah menghantar sebuah memorandum kepada Saifuddin melalui setiausaha sulit beliau Mohd Nazri Noh.


Aspirasi meminta agar Saifuddin bertanggungjawab sepenuhnya atas insiden 17 Disember yang menyaksikan pertukaran bendera yang dianggap memalukan PM Najib Razak dan Aspirasi juga mendesak agar Saifuddin meletak jawatan sekiranya tuntutan mereka tidak dipenuhi.


Bagaimanapun, timbalan menteri itu telah sangat bertolak ansur dengan permintaan SMM dan sangat liberal dalam pandangan peribadi beliau mengenai isu tersebut walaupun bukan dari sudut pendirian kerajaan. Walaubagaimanapun, beliau hanyalah seorang timbalan menteri dan apa jua pandangan beliau sebenarnya tidak berapa penting. Kuasa masih ditangan Menteri Pengajian Tinggi, kabinet dan paling penting, Najib yang sememangnya diketahui umum dan SMM mengenai sikap beliau yang pembohong itu. Walaupun dalam saat-saat genting seperti ini, Najib kehilatan berminta untuk menyelamatkan imej beliau sahaja. Sememangnya sikap Najib ini sudah diketahui umum dan begitu juga integriti beliau yang semakin berkurang itu.


Demonstrasi balas yang dibuat oleh pihak Aspirasi dilakukan di luar bangunan Kementerian Pengajian Tinggi di Putrajaya juga di sokong oleh penyokong UMNO dari Tanjong Malim, yang juga berdemonstrasi di luar kampus UPSI beberapa hari selepas itu. Akan tetapi, demonstrasi itu hanyalah menjadi kekecohan kecil beberapa orang yang menyertainya tanpa penyertaan pelajar UPSI. Terdapat juga beberapa demonstrasi yang dilakukan secara spontan menyokong Adam Adli yang telah mendapat status wira kerana pendirian teguh beliau. Walaupun banyak pihak termasuk polis yang cuba menakut-nakutkan beliau, semakin banyak sokongan yang beliau perolehi dari masyarakat.


Revenge by 'spitting’

Balas dendam dengan meludah



In the UMNO corner of the ring, a group of men produced an infamous video defending Najib. To show their earnestness, they shouted vulgarities, threatening to spit on Adam Adli and to slap him for being “kurang ajar” or bad-mannered. This group of 'actors' who must have been paid were more likely to be members of Perkasa, the notorious racist Malay group which supports and encourages UMNO even including the UMNO leaders' corruption and wrong doings.


Di sebelah pihak UMNO pula, sekumpulan lelaki telah membuat video mempertahankan Najib. Bagi menunjukkan sokongan mereka, mereka telah menjerit kata-kata kesat, mengugut untuk meludah Adam Adli dan menamparnya kerana sikap kurang ajar. Sekumpulan pelakon ini semestinya dibayaw oleh ahli Perkasa, sebuah gerakan Melayu yang bersikap perkauman yang sentiasa menyokong dan menggalakkan UMNO dan juga pemimpin UMNO melakukan rasuah dan salahguna kuasa.


Silly-billy Perkasa. If they were after money, they would do better by asking Najib to offer to be slapped on his face by anyone who is willing to pay RM1. Without exaggerating, both Najib and the Perkasa group would be millionaires by now! This was the rebuttal floating around the student community in the aftermath of both the Najib flag incident and the Perkasa 'meludah' or spitting campaign. It actually showcases the huge contempt the Malaysian student body feel for Najib after he disgraced himself with some of the worst lies ever made a top leader of the country to the people.


Sekiranya benar Perkasa yang bodoh itu hauskan wang, adalah lebih baik mereka meminta Najib ditampar oleh sesiapa sahaja yang sanggup membayar RM 1 untuk setiap tamparan. Dengan cara ini, mungkin Najib dan Perkasa akan menjadi jutawan sekarang! Inilah reaksi yang didapati oleh golongan pelajar terhadap insiden bendera itu. Mereka mendapat ugutan tampar dan ludah daripada Parkasa. Ini juga menunjukkan betapa pelajar sudah hilang kepercayaan terhadap Najib selepas acap kali berbohong kepada rakyat.


Meanwhile, misguided as ever, the UMNO news media continued the spin that Adam Adli had stepped on Najib’s image despite video evidence that he did not. Instead of shocking or angering, many of Adam Adli’s supporters regretted that he had not stamped all over Najib's face after all.


Media UMNO terus menerus menyebarkan bahawa Adam Adli telah memijak bendera wajah Najib itu walaupun ia tidak berlaku sebebenarnya jika dilihat pada rakaman video. Ini telah menjadikan penyokong Adam lebih marah dan sekarang mereka menyesal kerana tidak memijak sahaja pada bendera wajah Najib itu.


Tindak balas


Adam Adli mempunyai jumlah penyokong beliau sendiri dan ia semakin bertambah dan ada juga yang telah menyatakan sokongan kepada beliau seperti PKR dan PAS. Mungkin sokongan yang paling kuat yang beliau terima setakat ini adalah daripada ayah beliau, yang sakit dan telah membeli kereta terpakai untuk digunakan Adam dalam perjuangan beliau. Abdul Halim, seorang bekas pekerja KTMB yang telah diberi pencen awal disebabkan sakit dan juga menyara keluarganya dengan kurang RM1000 sebulan sangat berbangga dengan anaknya dan sanggup mengeluarkan wang simpanan untuk membeli kereta tersebut.


Sudah ada laman facebook “We are all Adam Adli” yang telah mendapat 25, 900 likes berbanding “Anti –Bersih” pada 8101 likes dan laman rasmi Najib 1Malaysia yang masih lagi pada 3000 like.


SMM dan Adam Adli enggan memohon maaf atas tindakan mereka dan sememangnya tindakan mereka itu betul. UPSI pula tanpa membuat siasatan dan memberi peluang Adam Adli memberi penjelasan atas tindakan beliau dan juga pandangan beliau, telah pun mnegenakan tindakan tatatertib ke atasnya. Notis yang dikeluarkan oleh Lembaga UPSI pada 23 Disember 2011 telah mendakwa beliau atas dua perkara, iaitu pertama, Adam Adli telah memburukkan nama UPSI dan kedua, beliau telah membahayakan moral dan juga ketenteraman awam. Kedua-dua tuduhan ini sebenarnya tidak berasas, tidak berpelembagaan, salah dan tidak masuk akal. Dengan menurunkan bendera Najib, Adam Adli menggunakan hak beliau dalm kebebasan mengekspresi pendapat beliau yang dijamin dibawah Perkara 10, Perlembagaan Negara.


Adam Adli berkata bahawa beliau tidak risau sekiranya universiti ingin membuang beliau kerana belajar boleh di mana-mana. Tidak semestinya perlu berada di kampus untuk belajar. Walaubagaimanapun, beliau yakin bahawa beliau tidak melakukan apa-apa jenayah dan mengatakan bahawa keluarga beliau telah pun diugut oleh penyokong UMNO. Beliau sendiri juga telah beberapa kali diugut termasuk ugutan daripada seorang polis berbaju biasa bernama Mokhtar. Satu laporan polis telah dibuat tetapi akan kah tindakan diambil? Polis ini mungkin mempunyai satu alasan bodoh untuk melakukannya atau mungkin juga dia telah diminta berbuat demikian. Sikap tinggi diri Najib tidak bersempadan. Polis ini mungkin telah melakukan satu tindakan bodoh tanpa balasan tetapi diminda nya dia hanya memuaskan hati boss UMNO nya.


Motif lain


Kerajaan UMNO BN sudah tidak dapat mengekang kemarahan rakyat lagi. Adam Adli merupakan salah satu daripada saluran yang sudah tidak dapat menahan tekanan kemarahan rakyat. Kali ini adalah giliran pelajar untuk menunjukkan kemarahan mereka. Banyak lagi saluran yang akan meletup tidak lama lagi. SMM telah berjanji akan membuat bantahan terhadap kerajaan UMNO-BN sekiranya mereka menyekat pelajar dengan meminda AUKU dengan menjadikan ia lebih menekan.


Pemimpin UMNO harus ingat bahawa pengorbanan diri seorang peniaga jalanan yang telah mencetuskan revolusi di Tahrir Square!


Bagi Najib, insiden ini adalah lebih daripada serangan peribadi. Ia telah menunjukkan kebodohan beliau dan betapa tidak bijaknya dia berhadapan dengan masalah. Kini disebabkan oleh insiden Adam Adli, rakyat mula melupakan bantuan kecil yang diumumkan beliau dibawah budget 2012. Ia merupakan mimpi ngeri buat beliau walaupun setelah membelanjakan berjuta-juta wang rakyat untuk media antarabangsa yang mahal seperti APCO dan FBC Media.


Tiada yang lain yang harus dipersalahkan dalam hal ini kecuali dirinya sendiri. Najib memang bodoh kerana memikirkan bahawa segala salah silap beliau dapat ditutup oleh ‘mekap’ dan ‘ubah imej’. Di manakah ‘Mr Awsome’ dan ‘Mr Cool’ sekarang? Akankah ‘Mr Awsome’ dan ‘Mr Cool’ mengarahkan polis untuk memukul pelajar dan penunjuk perasaan hingg koma?


Pengkritik mudah mengatakan bahawa Najib tiada integriti dan sepatutnya bendera yang membawa wajah beliau itu harus dibiarkan sahaja di tanah bersama lumpur tetapi dengan membawa bendera itu di tangan beliau, Adam Adli sebenarnya telah menunjukkan bahawa dia adalah wira sebenar dan mengelakkan Najib daripada mendapat malu yang sepatutnya. Seperti seorang Gladiator yang telah mengalahkan lawannya tetapi akhirnya tidak membunuh lawannya itu. Syabas Adam Adli, wira negara!


Jentera UMNO-BN yang mengeluarkan propaganda sebenarnya juga sudah gagal dalam membasuh minda rakyat terutamanya golongan muda yang celik IT. Tidak hairanlah najib sekarang menggunakan saluran Astro yang percuma untuk mendapatkan perhatian rakyat (tetapi sebenarnya masih lagi menggunakan wang rakyat untuk kepentingan diri). Duit rakyat bernilai RM 10 juta juga digunakan untuk membiayai perang cyber terhadap pembangkang demi membasuh minda golongan muda.


Semua senario ini menunjukkan betapa terdesaknya UMNO dan Najib dalam berjuang untuk pilihnraya terpenting mereka tetapi Adam Adli telah menunjukkan bahawa beliau telah gagal sedari mula! Berkemungkinan cara komunikasi baru ini, seperti yang berlaku dalam revolusi Arab, akan menjadi senjata utama dalam mejatuhkan UMNO-BN.


Adam Adli telah mengingatkan kita yang Najib juga telah gagal dalam program transformasi beliau. Setakat ini, pengkritik telah bersetuju bahawa segala sandiwara ini sebenarnya tiada asas. UMNO telah mengecewakan rakyat kerana menjadikan Najib Perdana Menteri tanpa membiarkan ia dilakukan dengan cara pilihanraya. Najib sememangnya tidak popular dan kurang sokongan majoriti. Jawatan beliau itu sering diperkotak-katikkan orang dan TPM sendiri sering tidak sefahaman dengan beliau.


Resentment amongst the masses near to boiling point

Kebencian semakin memuncak



With this incident Adam Adli also shows that the resentment amongst the masses is near boiling point and whatever that Najib has tried to do like continuing to subside essential items like petrol, gas, flour, rice and sugar is not enough. The distribution of the RM500 is of no use. The KR1M is a failure and the Kedai Ikan 1Malaysia is a waste. The rakyat is getting more fed up everyday since nobody has been taken to task on the overspending as reported by the Auditor-General. It is the same for the NFC debacle as whatever seemingly tough action by the MACC is seen by the rakyat is another boring UMNO sandiwara.


Insiden ini juga menunjukkan bahawa kebencian dikalangan rakyat semakin memuncak dan apa jua yang cuba dilakukan Najib, sama ada menyambung subsidi seperti petrol, gas, tepung, beras dan gula tidak mencukupi. Pemberian wang RM 500 tidak mencukupi juga. KR1M juga gagal dan Kedai Ikan 1M adalah pembaziran semata. Rakyat semakin jemu dan tiada apa dilakukan untuk mengurangkan perbelanjaan seperti yang disarankan Audit Negara. Sama juga dengan skandal NFC dimana tindakan SPRM diihat sebagai sandiwara UMNO yang membosankan.


Another failure Adam Adli has pointed out is Najib's inability to solve core problems such as unemployment amongst graduates, poverty both in the rural and urban areas, wastages in government spending, unnecessary and corrupt spending on military hardware like the useless Scorpene submarines and the new navy patrol vessels at RM3 billion each, a mediocre education system, high cost but low standards of living, racial and religious tensions.


Satu lagi masalah yang ditunjukkan Adam Adli adalah Najib tidak dapat menyelesaikan masalah asas seperti pengangguran dikalangan graduan, kemiskinan di kawasan luar bandar dan bandar, pembaziran dalam perbelanjaan kerajaan, perbelanjaan tidak munasabah dalam peralatan perang seperti kapal selam Scorpenes yang tidak berguna itu, kapal peronda laut yang bernilai RM 3 billion seunit dan sistem pelajaran yang sederhana, kos hidup tinggi tetapi kualiti rendah dan juga ketegangan agama dan bangsa.


The rakyat also must know by this wake up call from Adam Adli that the UMNO leaders are only servicing their own personal interests and political agenda but not the welfare of the rakyat or the country. RM1 trillion has been stolen to date and the country is RM445 billion in debt.


Rakyat harus sedar bahawa pemimpin UMNO hanyalah menjaga kepentingan diri merek sendiri dan bukan kepentingan rakyat atau negara. RM1 trillion telah dicuri dari negara dan negara kini mempunyai hutang RM445 billion.


Coincidently the Adam Adli incident was followed by the jailing of Khir Toyo for 12 month for corruption over the purchase of his RM3.5million palatial home, while a jobless man who stole a bottle of shampoo was jailed for 24 months! What sort of justice reigns in UMNO-BN courts? It is the same in the case of the RM250 million Shahrizat NFC scandal, where her husband and children are benefitting from their financial manipulation of public money and yet the MACC is putting the blame on another “Datuk” and others in the Ministry of Finance!


Insiden Adam Adli telah diiringi hukuman penjara Khir Toyo selama 12 bulan kerana rasuah dalam pembelian rumahnya bernilai RM3.5 juta manakala seorang lelaki menganggur yang mencuri sebotol shampoo telah dipenjara 24 bulan! Keadilan apakah yang dipraktik di mahkamah-mahkamah UMNO-BN? Sama juga dengan skandal NFC di mana RM 250 juta telah disalahguna oleh Shahrizat dan keluarganya tetapi SPRM menyiasat dan mendakwa seorang “Datuk” dalam Kementerian Kewangan!


Wira baru negara


Adam Adli, dengan kebijaksanaan beliau, keberanian, tenaga, semangat dan sikap rendah diri beliau telah menjadi ikon Malaysia. Beliau adalah contoh terbaik yang harus diikuti oleh generasi muda. Beliau sudahpun menjadi hero mereka dan akan terus popular dengan peredaran masa.


Mari kita lihat bagaimana drastiknya Najib akan bertindak balas dan bagaimana pihak berkuasa akan menghukum Adam Adli dan para pemprotes UPSI. Adalah tidak bijak jika Najib bertindak drastik terhadap anak muda ini dan beliau akan mempertaruhkan masa depan beliau sekiranya berbuat demikian. Apa jua tindakan yang cuba di ambil untuk menenangkan keadaan tidak akan berjaya pada masa itu, kerana sekiranya berlaku tidak adil terhadap Adam Adli, rakyat akan menjadi lebih marah terutamanya golongan muda. Mereka memerlukan seorang wira dan Najib hanyalah akan menghasilkan lebih banyak mereka ini.


Adam Adli dan semua pelajar yang memprotes tidak bersendirian dalam hal ini. Beliau dan mereka mendapat sokongan kami dan kami akan menyokong hingga ke akhirnya. Sebelum terlambat, undilah UMNO-BN keluar!
Read More..

Isnin, 9 Januari 2012

Kes Anwar 901: 2 Hakim Dlm Neraka, 1 Dlm Syurga


Bebaskan Anwar Ibrahim 901
Nabi SAW mengingatkan: ‘Hakim itu ada 3 kategori, 2 dalam neraka, 1 dalam syurga. Hakim yang masuk syurga tahu perkara dan hukum yang benar dan menjatuhkan hukum berdasarkan kebenaran tersebut.

Hakim yang tahu hukuman sebenar, tetapi tidak menjatuhkan hukuman berdasarkan kebenaran tersebut, bahkan bertindak zalim ketika menjatuhkan hukuman, maka ia masuk neraka. Satu golongan lagi adalah hakim yang bodoh, tidak tahu perkara yang sebenar dan menjatuhkan hukuman berdasarkan kebodohannya itu. Maka ia juga masuk neraka’.

Saya mengingatkan hakim yang akan menjatuhkan hukuman ke atas DSAI pada 9 Jan 2012 dan lain-lain hakim/pendakwa/peguam dalam lain-lain kes dengan hadis di atas supaya tidak menjual prinsip keadilan dan ketelusan dengan habuan duniawi yang sedikit.
Tidak padan azab neraka yang membakar disebabkan dosa besar dengan habuan dunia yang diperolehi hasil dari hukuman yang dijatuhkan secara zalim (yang telah disiapkan skripnya terlebih dahulu-jika benar demikian dalam kes DSAI).
Nabi SAW bersabda, maksudnya: ‘Sesiapa yang dilantik sebagai hakim dalam masyarakat, ia (ibarat) disembelih tanpa pisau’ (riwayat Tirmizi).
Nabi SAW sangat berhati-hati dalam melantik seseorang (kepimpinan/hakim atau lain-lain jawatan penting). Sabdanya yang bermaksud: ‘Demi Allah, sesungguhnya kami tidak akan memberikan jawatan ini kepada orang yang memintanya, atau kepada orang yang berkepentingan’.
Di zaman pemerintahan Bani Abbasiyyah, ketika itu rajanya Abu Ja’far Al Mansur. Ia memerlukan seorang hakim, lalu ia memanggil tiga orang ulama besar ketika itu ke istananya. Ketiga-tiga ulama tersebut adalah Imam Malik, Imam Ibnu Abi Zib, dan Imam Abu Hanifah. Kesemuanya ditawarkan menjadi hakim. Mereka menolak dan memberikan alasan masing-masing.
Imam Malik menyebut: ‘Saya tidak sanggup memikul tugas itu kerana saya pernah dihukum dengan didera oleh wakil raja di Madinah’. Imam Ibnu Abi Zib mengatakan: ‘Saya keturunan Quraisy, orang yang sama pangkat dan kedudukannya dengan raja yang sedang berkuasa. Justru, saya tidak patut dilantik menjadi hakim, sebab dibimbangi akan menjadi sekutu kepada raja’.
Demikian juga Imam Abu Hanifah: ‘Saya tidak patut menjadi hakim, kerana saya orang bawah, bukan keturunan bangsawan. Orang yang menjadi hakim itu sebaiknya orang yang kuat, mungkin dari keturunan bangsawan kerana ia dipandang elok oleh kaumnya’.
Hakim-hakim Melayu muslim dan lainnya boleh juga membaca tentang Syuraih yang menjatuhkan hukuman dalam kes Saidina Ali dengan Yahudi.
Belajarlah untuk berlaku adil dan telus. Takutlah kepada ALLAH mengatasi takut kepada makhluk yang membinasakan diri kemudiannya.
" 
Read More..

Ahad, 8 Januari 2012

DISEBALIK PERANG IRAQ BAHG 3


ISRAEL MEMAKSA AS BERPERANG
Akan tetapi, kalangan Israel terlibat secara aktif dalam perencanaan perang oleh AS. Sejumlah pejabat AS yang terlibat merancangOperation Desert Storm (Operasi Badai Gurun) menerima arahan taktis jitu dari kalangan Israel bahwa "cara terbaik melukai Saddam adalah dengan melancarkan serangan terhadap keluarganya."
Kampanye propaganda yang diilhami Mossad sebagaimana dilaporkan Ostrovsky membentuk dukungan publik yang diperlukan dalam Perang Teluk. Sekali lagi, para pembantu lokal Mossad-lah yang berperan menyulut api peperangan. Lembaga pelobi Hill and Knowlton, yang dikendalikan oleh Tom Lantos dari lobi Israel, mempersiapkan rancangan yang dramatis guna meyakinkan para anggota Konggres perihal perang melawan Saddam. Turan Yavuz, wartawan Turki terkenal, memaparkan kejadian tersebut:
9 Oktober 1990. Lembaga pelobi Hill and Knowlton mengadakan pertemuan di Konggress yang bertemakan "Kebiadaban Irak." Sejumlah "saksi mata" yang dihadirkan dalam acara itu oleh lembaga pelobi tersebut menyatakan bahwa tentara Irak membunuh bayi-bayi baru lahir di bangsal-bangsal rumah sakit. Seorang "saksi mata" memaparkan kekejaman itu dengan sangat rinci, dan mengatakan bahwa para prajurit Irak telah membunuh 300 bayi baru lahir di satu rumah sakit saja. Berita ini sungguh mengguncang para anggota Konggress tersebut. Ini menguntungkan bagi pihak Presiden Bush. Namun, belakangan diketahui bahwa saksi mata yang dihadirkan oleh lembaga pelobi Hill and Knowlton di hadapan Konggres ternyata adalah anak perempuan duta besar Kuwait untuk Washington. Kendatipun demikian, kisah yang dituturkan anak perempuan tersebut sudah cukup bagi para anggota Konggress untuk menjuluki Saddam sebagai "Hitler". (Turan Yavuz, ABD'nin Kürt Karti (The US' Kurdish Card), hlm. 307)
Hal ini mengarahkan pada satu kesimpulan saja: Israel berperan penting dalam kebijakan Amerika Serikat untuk melancarkan perang pertamanya terhadap Irak. Perang yang kedua tidaklah banyak berbeda.

ALIH-ALIH "PERANG TERHADAP TERORISME"
Berlawanan dengan keyakinan masyarakat luas, rencana untuk menyerang Irak dan menggulingkan rezim Saddam Hussein dengan kekuatan senjata telah dipersiapkan dan dicanangkan dalam agenda Washington sejak lama sebelum dilancarkannya "perang mewalan terror," yang mengemuka pasca peristiwa 11 September. Isyarat pertama adanya rencana ini mengemuka pada tahun 1997. Sekelompok ahli strategi pro-Israel di Washington mulai memunculkan skenario penyerangan atas Irak dengan memanfaatkan lembaga think-tank "konservatif baru", yang dinamakan PNAC, Project for The New American Century (Proyek bagi Abad Amerika Baru).
Sebuah artikel berjudul "Invading Iraq Not a New Idea for Bush Clique: 4 Years Before 9/11 Plan Was Set" (Penyerangan atas Irak Bukan Gagasan Baru bagi Kelompok Bush) yang ditulis William Bruch dan diterbitkan di the Philadelphia Daily News, memaparkan fakta berikut:
Namun kenyataannya, Rumsfeld, Wakil Presiden Dick Cheney, dan sekelompok kecil ideolog konservatif telah memulai wacana penyerangan Amerika atas Irak sejak 1997 – hampir empat tahun sebelum serangan 11 September dan tiga tahun sebelum Presiden Bush memegang pemerintahan.
Sekelompok pembuat kebijakan sayap kanan yang terdengar mengkhawatirkan, yang tidak begitu dikenal, yang disebut Proyek bagi Abad Amerika Baru, atau PNAC – yang berhubungan erat dengan Cheney, Rumsfeld, deputi tertinggi Rumsfeld, Paul Wolfowitz, dan saudara lelaki Bush, Jeb – bahkan mendesak presiden waktu itu, Clinton, untuk menyerbu Irak di bulan Januari 1998. (William Bunch, Philadelphia Daily News, 27 Jan. 2003)
Read More..

Sabtu, 7 Januari 2012

DISEBALIK PERANG IRAQ BAHG 2






PELAN ISRAEL DALAM PERANG TELUK
Penerapan strategi Israel telah dilakukan sejak tahun 1990. Saddam Hussein menyerbu Kuwait dalam serangan mendadak pada tanggal 1 Agustus 1990, sehingga memunculkan krisis internasional. Israel menjadi pemimpin bagi kekuatan-kekuatan yang mendorong terjadinya krisis itu. Israel adalah pendukung tergigih sikap yang dianut AS menyusul serangan terhadap Kuwait. Kalangan Israel bahkan menganggap AS bersikap moderat, dan menginginkan adanya kebijakan yang lebih keras. Sedemikian jauhnya sehingga Presiden Israel, Chaim Herzog, menganjurkan agar AS menggunakan bom nuklir. Di sisi lain, lobi Israel di AS tengah berupaya untuk mendorong terjadinya serangan berskala luas atas Irak.
Seluruh keadaan ini mendorong terbentuknya pandangan di AS bahwa serangan terhadap Irak yang sedang dipertimbangkan, sesungguhnya dirancang demi kepentingan Israel. Komentator terkenal, Pat Buchanan, merangkum pandangan ini dalam kalimat " Hanya ada dua kelompok yang menabuh genderang perang di Timur Tengah - Kementrian Pertahanan Israel dan kelompok pendukungnya di Amerika Serikat." (http://www.infoplease.com/spot/patbuchanan1.html)
Israel juga telah memulai kampanye propaganda serius dalam masalah ini. Karena kampanye ini sebagian besar dilancarkan secara rahasia, maka Mossad pun terlibat pula. Mantan agen Mossad, Victor Ostrovsky, memberikan informasi penting mengenai hal ini. Menurutnya, Israel telah berkeinginan melancarkan peperangan bersama AS melawan Saddam jauh sebelum krisis Teluk. Bahkan Israel telah memulai melaksanakan rencana tersebut segera setelah berakhirnya perang Iran-Irak. Ostrovsky melaporkan bahwa departemen Perang Psikologi Mossad (LAP - LohAma Psicologit) melancarkan kampanye ampuh menggunakan teknik disinformasi. Kampanye ini ditujukan untuk menampilkan Saddam sebagai seorang diktator berdarah dan ancaman bagi perdamaian dunia. (Victor Ostrovsky, The Other Side of Deception, hlm. 252-254).

AGEN MOSSAD BERBICARA TENTANG PERANG TELUK
Ostrovsky menjelaskan bagaimana Mossad menggunakan para agen atau simpatisan di berbagai belahan dunia dalam kampanye ini dan bagaimana, misalnya, Amnesty International atau "para penolong Yahudi sukarelawan (sayanim)" di konggres AS dikerahkan. Di antara cara yang digunakan dalam kampanye tersebut adalah rudal yang diluncurkan ke sasaran-sasaran penduduk sipil di Iran selama perang Iran-Irak. Sebagaimana dijelaskan Ostrovsky, penggunaan rudal-rudal ini oleh Mossad di kemudian hari sebagai sarana propaganda sungguh janggal, sebab rudal-rudal tersebut ternyata telah diarahkan ke sasarannya oleh Mossad, dengan bantuan informasi dari satelit AS. Setelah mendukung Saddam selama perangnya melawan Iran, Israel kini tengah berupaya menampilkannya sebagai seorang monster. Ostrovsky menulis:
Para petinggi Mossad mengetahui bahwa jika mereka dapat menjadikan Saddam terlihat sebagai sosok sangat jahat dan sebagai ancaman bagi pasokan minyak Teluk, yang hingga saat itu ia telah menjadi pelindung pasokan tersebut, maka Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya takkan membiarkan Saddam begitu saja, tapi akan membuat perhitungan yang akan menghancurkan angkatan bersenjata dan kekuatan persenjataanya, khususnya jika mereka sampai yakin bahwa ini hanyalah kesempatan terakhir mereka sebelum Saddam menggunakan senjata nuklir. (Victor Ostrovsky, The Other Side of Deception, hlm. 254)
Israel sangat bersikukuh dalam masalah ini, dan dalam kaitannya dengan Amerika Serikat, pada tanggal 4 Agustus 1990, Menteri Luar Negeri Israel, David Levy, mengeluarkan ancaman menggunakan bahasa diplomatis kepada William Brown, duta besar AS untuk Israel, dengan mengatakan bahwa Israel "menginginkan AS akan memenuhi semua tujuan-tujuan yang ditetapkan Israel untuk mereka sendiri di awal krisis teluk," dengan kata lain AS hendaknya menyerang Irak. Menurut Levy, jika AS tidak melakukannya, Israel akan melancarkannya sendiri. (Andrew and Leslie Cockburn, Dangerous Liaison, hlm. 356.)
Akan sangat menguntungkan bagi Israel jika AS terlibat perang tanpa keterlibatan apa pun di pihak Israel: dan inilah yang benar-benar terjadi.
Read More..

Jumaat, 6 Januari 2012

DI SEBALIK PERANG IRAQ BAHG 1






Rencana perang Iraq, yang dilancarkan meskipun mendapat tentangan dari seluruh dunia, telah dipersiapkan setidaknya puluhan tahun lalu oleh para ahli strategi Israel. Dalam upayanya mewujudkan strategi pelemahan atau pemecahbelahan negara-negara Arab Timur Tengah, Israel memasukkan Mesir, Syiria, Iran dan Saudi Arabia dalam daftar sasaran berikutnya.
Saat tulisan ini disusun, Amerika Serikat (AS) telah memulai penggempuran terhadap Irak. Meskipun kenyataannya kebanyakan negara di seluruh dunia, bahkan sebagian besar sekutu AS sendiri, menentangnya, pemerintahan AS bersikukuh untuk meneruskan rencana serangannya. Ketika kita melihat apa yang ada di balik sikap keras kepala AS ini, maka Israel-lah satu-satunya yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah dan penderitaan di Timur Tengah sejak awal abad kedua puluh. Kebijakan pemerintah Israel yang ditujukan untuk memecah-belah Irak memiliki akar sejarah yang panjang"

RENCANA ISRAEL MEMBAhaGI IRAQ
Laporan berjudul "A Strategy for Israel in the Nineteen Eighties" (Strategi Israel di Tahun 1980-an), oleh majalah berbahasa Ibrani terbitan Departemen Informasi, Kivunim, bertujuan menjadikan seluruh kawasan Timur Tengah sebagai wilayah pemukiman Israel. Laporan tersebut, yang disusun oleh Oded Yinon - seorang wartawan Israel yang pernah dekat dengan kementrian luar negeri Israel - memaparkan skenario "pembagian Irak" sebagaimana berikut:
Iraq, negeri kaya minyak yang menghadapi masalah perpecahan dalam negeri, dijamin bakal menjadi sasaran Israel. Mengakhiri riwayat Iraq jauh lebih penting bagi kita ketimbang Syria" Sekali lagi, Irak pada intinya tidaklah berbeda dengan para tetangganya, meskipun sebagian besar penduduknya adalah penganut Syi'ah dan sebagian kecil Sunni yang menguasai pemerintahan. Enam puluh lima persen penduduknya tidak memiliki andil dalam politik di negara di mana sekelompok elit berjumlah 20 persen memegang kekuasaan. Selain itu terdapat minoritas Kurdi berjumlah besar di wilayah utara, dan jika bukan karena kekuatan rezim yang memerintah, angkatan bersenjatanya, dan pemasukannya dari minyak, masa depan Irak akan takkan berbeda dengan nasib Libanon di masa lalu" Dalam kasus Iraq, pembagiannya menjadi sejumlah provinsi berdasarkan garis suku atau agama sebagaimana yang terjadi pada Syiria di masa kekhalifahan Utsmaniyyah adalah sesuatu yang mungkin. Jadi, tiga (atau lebih) negara kecil akan terbentuk di sekitar tiga kota utama: Basrah, Baghdad, dan Mosul; dan wilayah kaum Syi'ah di selatan akan terpisah dari wilayah kaum Sunni dan suku Kurdi di utara.
Kita hanya perlu sedikit mengingat kembali bagaimana skenario ini sebagiannya telah dilakukan pasca Perang Teluk 1991, di mana Irak secara efektif, kalau tidak secara resmi, dibagi menjadi tiga wilayah. Fakta bahwa rencana AS menduduki Irak, yang sedang dilakukan saat tulisan ini dibuat, dapat kembali mendorong terbaginya wilayah tersebut, merupakan sebuah ancaman nyata.

Read More..

Khamis, 5 Januari 2012

Apa Rasionalnya Kempen #BebasAnwar901 ?


Hampir 4 tahun kes Fitnah Liwat II dimainkan dalam skrip yang diperbaharui sejak Fitnah Liwat I 1999, tanggal 9 Januari 2012 akan menentukan apakah noktah yang telah dicatur sekian lama yang kononnya akan memuktamadkan kareer Datuk Seri Anwar Ibrahim.

Tahun 1999, rakyat dikejutkan dengan keputusan hitam Mahkamah ke atas Anwar pada tanggal 14 April.

Dan kini, 9 Januari 2012, atau 901, tiada beza dengan Black14 yang pernah tercetus pada 14 April 1999. Kedua-duanya mempunyai dua konotasi jelas, baik di pihak pemerintah mahupun rakyat.

Di mata pemerintah: ia adalah 'noktah yang dirancang' untuk menamatkan kareer politik Anwar Ibrahim.

Tetapi di mata rakyat: ianya adalah 'pembuka kata' kepada kefahaman dan kesedaran rakyat akan bobroknya sistem di bawah pemerintah Umno-BN.
901 bukan sekadar isu Anwar.
901 bukan satu petunjuk betapa Anwar itu bersalah.
901 bukan pula satu petanda rakyat akan dipergunakan untuk Anwar.
Tidak, sama sekali tidak.
901 adalah satu titik permulaan untuk membuka mata rakyat betapa daifnya perjalanan sistem kehakiman Malaysia, yang mana, secara khusus menyerang Anwar selaku musuh Umno-BN.
Politik desperado Umno-BN membenarkan pembunuhan karakter yang melampau, apa sahaja asalkan mereka terus berkuasa. Dan Anwar Ibrahim adalah sasaran utama mereka. Dengan permainan media arus perdana yang saban waktu melancar serangan tanpa putus, menenggelamkan fakta perundangan yang jelas menunjukkan keraguan munasabah ke atas kes yang disabit ke atas Anwar Ibrahim.
'Anwar On Trial', nukilan peguam tersohor, Pawanchek Marican telah membongkar kelom
pongan Fitnah Liwat I. Dan dalam Fitnah Liwat II, dengan hujah-hujah peguam pembela serta kredibiliti saksi pembela yang langsung tidak tercabar, di mana ruang untuk mensabitkan kesalahan ke atas Anwar?
Ditambah dengan ketidaktentuan hakim khususnya dalam beberapa isu berbangkit: penafian hak Anwar mendapatkan dokumen seperti senarai saksi pendakwa dan kenyataan saksi; hubungan mesra penuduh dengan seorang ahli pasukan peguam Persekutuan; penafian dokumen dan material penting termasuk sampel DNA; dan beberapa kecelaruan lain.
Tidak timbul isu memanipulasi rakyat. Tidak berbangkit isu mengaburkan mata massa.
Isunya ialah penyelewengan sistem yang sudah sampai ke satu tahap yang sangat kritikal.
Tatkala media mula memainkan semboyan bahawa 'Anwar sudah tidak relevan', maka 901 tidak perlu ditakuti. Biarlah rakyat yang menentukan secara aman dan sah seperti yang dijamin oleh Perlembagaan Persekutuan.

Video: Amanat terakhir DSAI sebelum ditangkap 1998

Read More..

Rabu, 4 Januari 2012

AKHIRAT, TEMPAT TINGGAL MANUSIA YANG SEBENARNYA BAH 11 (TAMAT)


SEBUAH PERINGATAN AGAR TERHINDAR DARI SIKSAAN
Pada bab ini, kita membahas tentang dua kelompok manusia; mereka yang beriman kepada Allah mereka yang mengingkari keberadaan-Nya. Juga telah ditampilkan gambaran umum tentang neraka, begitu pula surga, seluruhnya berdasarkan kepada deskripsi qurani. Tujuannya bukanlah untuk memberikan keterangan tentang agama, melainkan untuk mengingatkan dan mengancam orang-orang yang tidak beriman bahwa Hari Akhirat akan menjadi sebuah tempat yang mengerikan bagi mereka dan aAhir mereka akan sangat menakutkan.
Setelah semua pembahasan, perlu ditekankan bahwa manusia, tak diragukan lagi, bebas untuk mengambil keputusannya. Dia dapat menjalani hidupnya sebagaimana ia inginkan. Tidak seorang pun punya hak untuk memaksa orang lain percaya. Namun, begitu orang-orang yang mengimani keberadaan Allah dan keadilan-Nya yang maha, kita mengemban tanggung jawab untuk memperingatkan manusia terhadap hari yang begitu mengerikan. Orang-orang ini jelas tidak menyadari situasi mereka dan akhir macam apa yang menunggu mereka. Oleh karena itu, kita merasa bertanggung jawab untuk memperingatkan mereka. Allah menerangkan kepada kita tentang keadaan orang-orang ini:
Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan- itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. At-Taubah, 9: 109)
Mereka yang mengingkari perintah Allah di dunia ini dan, sadar atau tidak, menyangkal keberadaan Pencipta mereka, tidak memiliki syafaat di hari akhir. Karenanya, sebelum kehilangan waktu, setiap orang harus menyadari situasinya di hadapan Allah dan tunduk patuh kepada-Nya. Jika tidak, dia akan menyesalinya dan menghadapi akhir yang menakutkan:
Orang-orang yang kafir itu seringkali menginginkan, kiranya mereka dahulu menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan, maka kelak mereka akan mengetahui. (QS. Al Hijr, 15: 2-3)
Cara untuk menghindari azab yang abadi, meraih kebahagiaan abadi, dan memperoleh ridha Allah sudah jelas:
Sebelum terlambat, berimanlah dengan sebenar-benarnya kepada Allah,
Isilah hidup Anda dengan amal saleh untuk mendapatkan ridha-Nya….
Read More..