Pages

Search This Blog

Followers

like Batu

Jumlah Paparan Halaman

Rabu, 28 Disember 2011

AKHIRAT, TEMPAT TINGGAL MANUSIA YANG SEBENARNYA Bah 6


ANUGERAH ALLAH TERPENTING: RIDHA-NYA
Allah telah menjanjikan kepada orang yang beriman, lelaki maupun wanita, taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai, untuk tinggal di dalamnya, dan gedung-gedung indah di dalam taman kebahagiaan abadi. Tetapi kebahagiaan terbesar adalah ridha Allah: itulah kebahagiaan utama. (QS. At-Taubah, 9: 72)
Pada halaman-halaman terdahulu, telah disebutkan tentang anugerah mulia yang dikaruniakan Allah atas manusia di surga. Nyatalah bahwa surga itu adalah sebuah tempat yang berisi semua kesenangan yang dapat dirasakan manusia dengan panca indranya. Namun, keunggulan surga adalah ridha Allah. Bagi mereka yang beriman, memperoleh ridha Allah menjadi sumber kedamaian dan kesenangan di hari akhirat. Lebih jauh lagi, melihat anugerah Allah dan bersyukur kepada Allah atas kemurahan-Nya membuat mereka gembira. Di dalam Al Quran, orang-orang yang beriman digambarkan sebagai berikut:
Allah ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar. (QS. Al Maaidah, 5: 119)
Apa yang membuat anugerah surga begitu berharga adalah keridhaan Allah. Jenis anugerah yang sama dapat juga ada di dunia ini, namun jika ridha Allah tidak ada, orang-orang yang beriman tidak menikmati anugerah-anugerah ini. Ini adalah masalah penting yang perlu direnungkan. Apa yang sebenarnya membuat suatu anugerah berharga adalah sesuatu di luar nikmat dan kesenangan yang diberikannya. Yang benar-benar berarti, adalah fakta bahwa Allah telah melimpahkan anugerah itu.
Seorang yang beriman yang mendapatkan anugerah sedemikian dan bersyukur kepada Penciptanya memperoleh kesenangan utamanya dari mengetahui bahwa hal itu merupakan kemurahan Allah. Kepuasan dapat ditemukan hanya dari fakta bahwa Allah melindunginya, mencintainya dan bahwa Penciptanya menunjukkan kasih sayang-Nya kepadanya. Oleh karena itu, hati seseorang hanya mengambil kesenangan dari surga. Dia diciptakan sebagai hamba Allah dan karenanya dia hanya mengambil kesenangan dari kemurahan-Nya.
Karena itulah sebuah "surga di bumi" utopia orang yang tidak beriman tidak pernah ada di dunia ini. Malahan jika segala sesuatu yang ada di surga dikumpulkan dan diletakkan di dunia ini, ia tetap tidak berarti tanpa keridhaan Allah.
Ringkasnya, surga adalah pemberian Allah kepada hamba-hamba-Nya yang sejati dan karena itu begitu penting bagi mereka. Karena, "merupakan hamba-hamba yang dimuliakan" (QS. Al Anbiyaa' 21: 26), mereka memperoleh kebahagiaan dan kesenangan yang abadi. Ucapan orang-orang yang beriman di surga adalah, "Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia." (QS. Ar-Rahmaan, 55: 78)
Read More..

Selasa, 27 Disember 2011

Terlupa Musuh Sebenar; Musuh Kita UMNO Sahajakah Atau Syaitan Sekali?


Moral.

Apa itu moral?

Perkara pentingkah moral itu?

Jika ada manusia yang tidak mengikut moral, jahat sangatkah manusia itu?

Siapakah yang menentukan kemoralan sesuatu perkara?

Apakah sempadan 'bermoral' dan tidak bermoral?

Perlukah moral itu diikat dengan undang-undang, atau yang selalu disebut oleh puak-puak 'pandai', moral policing?

Ada satu puak yang cukup alergik dengan moral policing. Sehingga hendak menyebutnya pun puak ini sudah menyampah. Puak ini, didalam media, dipanggil puak liberal. Puak yang hendak bebas dari apa-apa bentuk yang tidak bebas. Namun ada puak liberal yang tersangat-sangat liberalnya, tetapi tidak mengaku mereka ini liberal. Ini hamba panggil puak pandai menipu dengan bahasa. Atau hamba panggil mereka dengan jenama manusia ayat 6.

Manusia ayat 6 ini berada dimana-mana dipelusuk dunia. Semua negara ada mereka-mereka ini. Ada berbagai-bagai bangsa, dan ada didalam masyarakat berbagai bagai agama dan tidak beragama. Mereka juga ada menyusup ke dalam berbagai persatuan dan juga parti politik. Samada didalam parti yang memerintah atau yang membangkang.

Dalam konteks Malaysia, manusia ayat 6 ini sedang menggerakkan sayapnya secara senyap. Mereka-mereka ini sedang mengumpan insan-insan yang baru kenal hidup dengan idea-idea dan pandangan mereka dengan menggunakan kaedah pembahasaan yang 'indah' didengar oleh telinga insan-insan itu.Tujuan utama mereka, mempengaruhi manusia belia. Atau golongan Y, jenama baru dibuat oleh mereka.

Pandangan pertama yang mereka sebarkan kepada generasi Y ini adalah, merai perbezaan. Menerima perbezaan pendapat.

Kenapa mereka memulakan dengan pandangan ini? Menerima dan merai perbezaan pendapat? Puak ini dengan bersungguh-sungguh menjustfikasikan agar minda manusia gen Y ini berpegang kepada menerima perbezaan pendapat?

Ini kerana, setelah minda gen Y ini sudah sebati dengan pandangan itu, maka manusia ayat 6 ini akan memulakan penyebaran pendapat mereka. Yang sememangnya berbeza dan berbeda dengan pendapat-pendapat yang tidak diwakili mereka. Dengan itu, penentangan terhadap pandangan mereka akan mengecil kerana jika pun ada gen Y yang tidak bersetuju, tetapi oleh sebab semangat meraikan perbezaan pendapat itu menebal, maka pendapat itu seperti diterima walaupun tidak disetujui dan salah dari segi moral.....

Bersambung.

di http://ibnmustaffa.blogspot.com/"
 
Read More..

AKHIRAT, TEMPAT TINGGAL MANUSIA YANG SEBENARNYA BAH 5


SURGA YANG TAK TERBAYANGKAN
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. (QS. Az-Zukhruf, 43: 71)
Dari deskripsi dan ilustrasi yang terdapat di dalam Al Quran, kita dapat memperoleh suatu pemahaman umum seperti apa surga itu. Dalam ayat "Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.'" (QS. Al Baqarah, 2: 25), Allah menyatakan bahwa anugerah di surga secara fundamental akan sama dengan yang ada di dunia. Sesuai dengan deskripsi pada ayat, "dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankan-Nya kepada mereka" (QS. Muhammad, 47: 6), kita dapat mencapai kesimpulan bahwa Allah akan membiarkan orang-orang beriman tinggal di Surga dengan apa yang telah mereka kenal sebelumnya.
Walau demikian, setiap keterangan yang dapat kita kumpulkan tentang surga di dunia ini pastilah tidak memadai; ia hanya dapat memberikan isyarat untuk mengira sebuah gambaran umum. "Perumpamaan jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring."(QS. Muhammad, 47: 15). Ayat ini menjelaskan bahwa surga adalah suatu tempat di luar imajinasi kita. Di dalam jiwa manusia, ayat ini membangkitkan perasaan bahwa surga adalah sebuah tempat dengan pemandangan yang tak terduga.
Di lain pihak, Allah menguraikan surga sebagai "suatu hiburan" atau sebuah "pesta":
Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. (QS. Ali Imran, 3: 198)
Dalam ayat ini, Allah memperkenalkan surga sebagai sebuah tempat hiburan dan kesenangan. "Akhir" dari hidup ini, kesenangan karena lulus "ujian" dan mencapai tempat terbaik untuk tinggal selamanya, sudah barang tentu membuat orang-orang yang beriman bergembira. Perayaan ini akan sangat luar biasa: perayaan yang tidak ada padanannya dengan pesta atau kegembiraan apa pun di dunia ini. Jelaslah bahwa perayaan ini akan di luar kebiasaan dan ritual dari semua pertunjukan, festival, karnaval atau pesta yang biasa ada di negeri-negeri terdahulu maupun sekarang.
Di kehidupan yang abadi, fakta bahwa mereka yang beriman akan menikmati berbagai jenis hiburan tanpa henti mengingatkan akan sebuah ciri lain dari orang beriman di surga: tidak pernah merasa lelah. Di dalam Al Quran, kondisi ini diungkapkan sebagai berikut dalam perkataan orang beriman: "Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu."(QS. Faathir, 35: 35)
Tak diragukan, orang-orang yang beriman juga tidak akan mengalami kelelahan mental di sana. Berlawanan dengan surga, di mana "mereka tidak merasa lelah di dalamnya"(QS. Al Hijr, 15: 48), manusia di dunia merasa lelah karena tubuhnya tidak diciptakan kuat. Ketika seseorang merasa lelah, dia menjadi sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan yang cermat. Karena kelelahan, persepsi seseorang berubah. Namun, kondisi pikiran seperti itu tidak pernah ada di surga. Semua indra terus tajam menangkap ciptaan Allah dengan kemampuan terbaik. Orang-orang yang beriman sama sekali tidak merasakan perasaan lelah dan karenanya, mereka menikmati anugerah Allah tanpa gangguan. Kesenangan dan kegembiraan yang dirasakan tidak berbatas dan abadi.
Di lingkungan di mana kelelahan dan kebosanan tidak ada, Allah memberi ganjaran orang-orang yang beriman dengan menciptakan "apa pun yang mereka inginkan". Sudah tentu, Allah memberikan kabar gembira bahwa Dia akan menciptakan lebih dari yang dapat dibayangkan atau diinginkan mereka: "Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya." (QS. Qaaf, 50: 35)
Hendaklah diingat bahwa salah satu anugerah surga yang terpenting adalah bahwa"Allah memelihara mereka dari azab neraka," (QS. Ad-Dukhaan, 44: 56) dan "mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka. " (QS. Al Anbiyaa', 21: 102)
Sebaliknya, kapan pun mereka mau, orang-orang yang beriman mendapat kesempatan untuk melihat dan berbicara kepada penghuni neraka. Mereka pun merasa berterima kasih atas anugerah ini:
Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang." (QS. At-Thuur: 26-28)
Surga diuraikan di dalam Al Quran sebagai berikut: "Dan apabila kamu melihat di sana, niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar." (QS. Al Insaan, 76: 20) Di sini, mata mengecap dan menikmati pemandangan yang berbeda, kemegahan yang berbeda. Setiap sudut dan tempat dihiasi dengan hiasan yang berharga. Kemegahan seperti itu hanyalah untuk orang-orang beriman, yang dilimpahi Allah kemurahan-Nya dan dihadiahkan Taman-Nya. "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan," (QS. Al Hijr, 15: 47) "mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya." (QS. Al Kahfi, 18: 108)
Read More..

Isnin, 26 Disember 2011

AKHIRAT, TEMPAT TINGGAL MANUSIA YANG SEBENARNYA Bah 4


TEMPAT TINGGAL ABADI BAGI ORANG-ORANG MUKMIN
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. At-Taubah, 9: 72)
Di dunia ini, orang beriman hidup di "rumah-rumah yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya." (QS. An-Nuur, 24: 36) Dengan perintah Allah, para penghuni ini tetap bersih dan terawat khusus.
Begitu pula halnya dengan hunian di surga; mereka adalah tempat-tempat di mana Allah dimuliakan dan Nama-Nya senantiasa diingat.
Begitu pula dengan gedung besar di tempat-tempat yang indah, tempat tinggal orang-orang mukmin di dunia mungkin merupakan karya dari desain dan arsitektur ultramodern yang dibangun di kota-kota yang indah.
Tempat tinggal di surga yang diterangkan di dalam Al Quran biasanya berada di keindahan alam:
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya. (QS. Az-Zumar, 39: 20)
Gedung-gedung yang disebutkan dalam ayat tersebut, yang di bawahnya mengalir sungai, mungkin memiliki jendela-jendela besar atau aula yang dikelilingi oleh dinding kaca yang memungkinkan menikmati panorama indah ini. Mereka adalah rumah-rumah yang dihias indah dengan singgasana-singgasana yang khusus dirancang untuk kenyamanan orang-orang mukmin. Mereka akan beristirahat di atas singgasana yang disusun berjejer dan menikmati limpahan buah-buahan yang lezat dan berbagai jenis minuman. Desain dan dekorasi gedung tersebut adalah kain dan bahan-bahan dengan kualitas terbaik. Sofa-sofa yang nyaman yang dihiasi kain brokat sutra dan singgasana secara khusus ditekankan dalam banyak ayat:
Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata. (QS. Al Waaqi'ah, 56: 15)
Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. (QS. Ath-Thuur, 52: 20)
Sebagaimana diungkapkan ayat-ayat tersebut, singgasana merupakan simbol martabat, kemegahan, dan kekayaan. Allah berkehendak agar hamba-hamba-Nya hidup di tempat-tempat yang mulia di surga. Di lingkungan yang begitu gemilang, orang-orang mukmin tetap mengingat Allah dan mengulangi kata-kata-Nya:
Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu. (QS. Faathir, 35: 33-35)
Materi dasar surga adalah "karya yang sangat halus" dan "keindahan yang luar biasa". Ini semua adalah bayangan dari kecerdasan dan rasa seni tertinggi milik Allah. Misalnya, singgasana-singgasana dilapisi dengan emas dan batu-batu berharga; bukan singgasana biasa, namun singgasana yang agung. Pakaian terbuat dari sutra dan kain berharga. Lebih-lebih lagi, perhiasan perak dan emas melengkapi pakaian ini. Dalam Al Quran, Allah memberikan banyak rincian tentang surga, namun dari berbagai ungkapan itu jelaslah bahwa setiap orang yang beriman akan menikmati sebuah Taman yang dirancang sesuai dengan imajinasinya. Tidak diragukan lagi, Allah akan mengaruniakan banyak lagi anugerah lain yang menakjubkan kepada hamba-hambanya yang tercinta.
Read More..

Harga minyak naik ok, tapi turun bendera mampus!


mahasiswa anak muda


Assalamualaikum,,..
Apa nak jadi dengan penyokong UMNO ni?Tak mampu berfikir dengan rasional lagi?Ada ke patut budak Adam dimarahi dengan berbagai bagai ragam hanya kerana beliau turunkan bendera Najib selama 5 minit untuk menaikkan bendera kebebasannya.Pelik, macamlah turunkan bendera itu boleh bawa mati atau kebulur.Kalau kita tanya kenapa tidak boleh turunkan bendera, ada kalangan mereka menjawab perbuatan itu bertentangan dengan akhlak Islam, kalau pergi rumah orang mesti kena hormat, pandailah pulak cakap pasal ISLAM!Tapi apabila kita kata tindakan menaikan harga minyak yang terpaksa ditanggung rakyat lagi tidak berakhlak mengikut akhlak Islam, maka melentinglah mereka kerana katanya minyak terpaksa mengikut harga dunia yang sedang melambung tinggi.Tidakkah jawaban ini tidak berakhlak?Jawaban yang licik dengan menggunakan harga dunia tetapi menyembunyikan hasil lumayan yang disonglap UMNO dari khazanah minyak mentah negara?Berakhlak kah itu?

Malah tidak berakhlaknya pemimpin no 1 UMNO yang benderanya diturunkan Adam mewakili mahasiswa yang menuntut kebebasan bersuara menyebabkan rakyat sengsara,menderita dengan berbagai bagai penderitaan.Mahsiswa sendiri merasainya dengan PTPTN, rakyat jelata merasai dengan berbagai bagai keperitahan.

Tetapi apakah kesakitan dan penderitaan yang disebabkan Adam yang menurunkan bendera itu sehingga ia diugut, dimaki dan difitnah?Kenapa bendera itu yang dibesar besarkan tetapi kebebasan yang dituntut tidak begitu dilayan?Sedangkan itulah isu sebenarnya.Oleh itu kalau benarlah penyokong UMNO ini jenis orang berakhlak, hormati tuntutan Adam dan Mahasiswa, berikan kebebasan seperti mana kebebasan seorang manusia yang diberikan oleh ALLAH kepada mereka.Penyokong UMNO boleh menegur Adam kerana keterlanjuran menurunkan bendera Najib atas dasar menghormati rumah orang tetapi terguran haruslah teguran berhemat sesuai dengan tuntutan akhlak Islam seperti disebut itu.

Namun macam biasalah, orang UMNO selalunya pandai berkata kata pasal Islam tetapi tak tahu bagaimana nak membawa ISLAM dalam kehidupan mereka.Akhirnya menipu rakyat untuk menaikkan harga minyak menjadikan akhlak mereka mulia tetapi yang menurunkan bendera Najib tidak berakhlak dan tidak mengikut ajaran Islam(walaupun menolak hudud itu sebenarnya tidak mengikut ajaran Islam)
Read More..

Ahad, 25 Disember 2011

AKHIRAT, TEMPAT TINGGAL MANUSIA YANG SEBENARNYA Bah 3


SURGA
Allah menjanjikan surga bagi mereka yang menghadap-Nya sebagai mukmin. Tentu saja, Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya. Mereka yang teguh keimanannya mengetahui bahwa Pencipta mereka akan memegang janji-Nya dan bahwa mereka akan diterima di surga asalkan mereka hidup sebagai mukmin sejati di dunia ini:
Yaitu surga 'Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (surga itu) tidak tampak. Sesungguhnya janji Allah pasti akan ditepati. (QS. Maryam, 19: 61)


Saat memasuki surga merupakan momen terpenting bagi orang-orang mukmin yang beriman dan beramal saleh. Sepanjang hayat, mereka bekerja keras, berdoa, melakukan hal-hal yang benar untuk memperolehnya. Di sisi Allah, itulah tentunya tempat terbaik untuk tinggal dan tempat paling nyata untuk dicapai: surga, tempat yang disediakan khusus bagi mereka yang beriman. Allah menceritakan saat yang unik ini dalam ayat berikut:
(Yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), ‘Keselamatan atas kamu karena kesabaranmu,' Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. Ar-Ra'd, 13: 23-24)
KEINDAHAN SURGA
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tiada henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (QS. Ar-Ra'd, 13: 35)
Panorama yang indah dengan danau, sungai, dan tumbuh-tumbuhan hijau yang subur adalah surga yang dibayangkan oleh orang awam. Namun, gambaran surga ini harus dijernihkan karena tidak tepat mewakili pandangan Quran. Sudah barang tentu surga memiliki keindahan alam yang luar biasa; akan tetapi, suasana menyenangkan seperti itu hanya menggambarkan seginya yang indah dan menggoda. Karena itulah, di dalam Al Quran terdapat berbagai referensi tentang tempat tinggal yang indah, taman-taman yang teduh, dan sungai-sungai yang mengalir. Namun, membatasi surga dengan keindahan fisik sudah tentu akan terbukti tidak setara dengan kenyataannya.
Keindahan dan keagungan surga jauh melebihi imajinasi manusia. Penyebutan Quran"Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan," (QS. Ar-Rahman, 55:48) jelas mengilustrasikan gambaran hidup tentang sifat nyata dari surga. Yang dimaksud dengan "afnan" (pohon-pohonan dan buah-buahan) adalah hal-hal yang diciptakan khusus oleh Allah Yang Mahatahu. Kesenangan ini dapat pula menjadi imbalan yang mengejutkan atau hal-hal yang memberi kesenangan yang tak pernah dibayangkan manusia. Janji Allah, "kesenangan" adalah hal-hal yang khusus diciptakan Allah Yang Mahatahu. Kesenangan ini mungkin akan menjadi ganjaran yang mengejutkan atau hal yang tak pernah terbayangkan oleh manusia. Janji Allah, "Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar."(QS. Asy-Syura, 42: 22) menjelaskan bahwa sebagai kemurahan Allah, imajinasi orang mukmin akan membentuk Surga sesuai dengan selera dan keinginan mereka.
Read More..

Sabtu, 24 Disember 2011

PM, TPM, Majoriti Menteri, Menteri Besar, Pegawai Daerah, Penghulu & JKKK Se

Ke hulu dan ke hilir puak UMNO bertempik dan berceramah untuk memberitahu kepada orang Melayu kononya jika UMNO tumbang pada PRU13 nanti maka nasib orang Melayu musnah, negara akan tergadai dan hak-hak orang Melayu akan lenyap. 

Mereka ini umpama orang gila, seperti orang disampuk pelesit tanpa rasa malu dan tanpa maruah cuba meracuni pemikiran rakyat bahawa hanya UMNO sajalah tempat orang Melayu berlindung dan hanya UMNO sajalah yang mampu menjaga hak dan maruah orang Melayu, negara dan agama.

Bagi UMNO, parti selain UMNO tidak akan mampu. Mereka cuba menuding jari kepada DAP dan memberi berbagai gelaran kepada parti itu dengan tujuan untuk memecahbelahkan perpaduan yang telah terjalin itu dan untuk menarik orang Melayu supaya jangan menyokong parti itu.

Perlu kita sebagai orang Melayu melihat dengan hati terbuka, pemikiran yang matang akan segala tohmahan UMNO itu. Apakah selama ini, tanah rezab Melayu yang tergadai, hak-hak anak Melayu seperti biasiswa dan bantuan persekolahan dihapuskan, penduduk Melayu dihalau dan tanah mereka dirampas, peluang perniagaan untuk orang Melayu di nafikan (kecuali untuk puak-puak kroni) dan berbagai lagi itu dilakukan oleh DAP?
Mengapa apabila orang-orang Cina yang hidup mewah, kayaraya dengan perniagaan yang berkembang dijadikan isu oleh UMNO dengan menuduh kaum Cina menindas orang Melayu?

Mengapa mereka tidak melihat bagaimana kaum Cina boleh hidup senang sedangkan orang Melayu yang tinggal di tanah air sendiri majoritinya hidup miskin dan merempat?

Sedarkah wahai UMNO, sudah lebih 50 tahun kamu memerintah dengan Perdana Menteri dan Timbalanya dari kalangan Melayu UMNO. Menteri-Menteri di Pusat juga majoritinya orang Melayu UMNO. Menteri-Menteri Besar, Pegawai Daerah, JKKK semuanya dari kalangan Melayu UMNO, tetapi apa yang telah kamu buat untuk Melayu selama ini? Sepatutnya orang Melayu kini hidup selesa walaupun tidak semuanya kaya raya, tidak ada yang tinggal di rumah seperti reban ayam atau reban kambing, anank-anak mereka sepatutnya gembira ke sekolah atau ke menara gading kerana tiada masalah kewangan, semuanya punya tanah dan rumah milik sendiri malahan orang Melayu mengatasi semua kaum di negara ini dalam semua bidang. 

Tetapi apa yang berlaku? Angkara Melayu UMNO lah maka orang Melayu kini umpama rakyat kelas kedua atau ketiga, mereka umpama pendatang asing yang menumpang sambil mengemis untuk mencari rezeki. Mereka diusir dari tanah dan rumah mereka dan berbagai penindasan dan tekanan dilakukan oleh Melayu UMNO terhadap rakyat semata-mata untuk mengaut keuntungan hasil dari titikpeluh rakyat yang susah dan tidak berdaya.

Puak-puak Melayu UMNO berebut-rebut untuk mendapatkan projek-projek walaupun mereka tidak punya kelayakan. Mereka "alibabakan" projek atau menjual projek-projek tersebut untuk mendapatkan keuntungan atas angin kepada taukeh-taukeh Cina. Tetapi apabila taukeh-taukeh tadi berjaya dengan projek yang mereka beli itu dan menjadi kaya, maka puak Melayu UMNO ini jugalah yang mengutuk taukeh-taukeh Cina tadi kononya orang Cina merampas hak orang Melayu, orang Cina mengambil kesempatan untuk mengaut kekayaan dinegara ini tanpa Melayu UMNO ini sedar bahawa merekalah puncanya taukeh-taukeh Cina itu jadi kaya. Jadi mengapa perlu di persalahkan kepada orang Cina pula?

Tuduhan Melayu UMNO terhadap DAP, bolehkah UMNO perincikan apakah dan dimanakah penindasan yang telah dilakukan oleh DAP terhadap orang Melayu selama ini? Jika mereka memberi alasan yang DAP akan menindas Melayu jika Pakatan Rakyat berjaya ke Purtajaya, itu hanyalah andaian dan tuduhan tanpa bukti UMNO sahaja. Sedangkan kezaliman, penindasan, rompakan dan penipuan UMNO terhadap orang Melayu sudah terbukti dan berlaku dimana-mana sahaja tempat yang ada orang Melayu tinggal disitu. 

Dan semua ini akan terus berlaku selagi UMNO berkuasa.

Kalaulah kepimpinan negara dan negeri selama ini dipegang oleh Melayu UMNO tetapi mereka tak mampu untuk membela orang Melayu malahan berlaku zalim dan menindas pula, apakah lagi yang orang Melayu ingin harapkan dari Melayu UMNO ini? Butakah, pekahkak atau bisukah kamu wahai orang Melayu selama ini? Tidak kesihankah kamu kepada nasib dan masa depan anak-anak dan cucu serta zuriat-zuriat kamu yang akan datang nanti?

Siapakah yang bunuh orang Melayu Islam di Memali? Siapakah yang merampas hak dan menafikan peruntukan untuk negeri-negeri yang majoriti penduduknya orang Melayu seperti Kelantan? Mengapakah negeri-negeri yang mengeluarkan minyak seperti Kelantan, Terengganu, Sabah dan Sarawak majoritinya kehidupan rakyatnya miskin dan melarat? Adakah ini angkara DAP? Yang jelasnya, semuanya adalah angkara Melayu UMNO. 

Terlalu banyak kezaliman, penindasan dan penipuan yang telah dilakukan oleh Melayu UMNO terhadap orang Melayu termasuk menipu hak-hak orang Melayu yang tinggal di Felda-felda.

Kezaliman, penipuan dan penindasan UMNO terhadap orang Melayu telah terbukti sedangk tuduhan UMNO bahawa DAP anti Melayu dan akan menindas Melayu jika berkuasa kelak hanya omongan kosong UMNO tanpa bukti dan hanya fitnah semata-mata. Pulau Pinang kini diperintah oleh DAP adalah bukti yang nyata bahawa nasib orang Melayu lebih terbela, Islam lebih terjaga dan rakyat hidup selesa jika dibandingkan dengan negeri-negeri yang dikuasai oleh Melayu UMNO.

Ingatlah! Tanpa UMNO, bangsa, agama dan negara akan lebih selamat sejahtera dari ancaman lanun dan perompak durjana, kerana mereka adalah pendusta antarabangsa dan juga pendusta agama. 
Read More..

AKHIRAT, TEMPAT TINGGAL MANUSIA YANG SEBENARNYA BAH 2


MEREKA YANG BERSEGERA BAGI SURGA
Dalam Al Quran, orang-orang yang beriman diberikan kabar gembira mengenai ganjaran dan kebahagiaan abadi. Namun, apa yang umumnya diabaikan adalah fakta bahwa kebahagiaan dan kesenangan abadi ini dimulai semenjak kita masih ada di kehidupan sekarang ini. Ini karena, di dunia ini juga, orang-orang beriman tidak dicabut dari kemurahan hati dan kasih sayang Allah.
Dalam Al Quran, Allah menyatakan bahwa orang mukmin sebenarnya yang menyibukkan diri dengan amal kebajikan di dunia ini akan memperoleh tempat tinggal yang amat baik di Akhirat:
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl, 16: 97)
Sebagai ganjaran dan sumber kebahagiaan, di dunia ini Allah melimpahkan banyak kemurahan dan juga rezeki yang tak terduga-duga dalam kehidupan yang menyenangkan secara pribadi dan masyarakat kepada hamba-hamba-Nya yang sejati. Inilah hukum Allah yang kekal. Karena kekayaan, kemegahan, dan keindahan merupakan ciri-ciri asasi dari surga, Allah juga membuka kekayaan-Nya kepada orang-orang mukmin yang tulus di dunia ini. Ini tentu saja awal dari kehidupan yang menyenangkan dan terhormat tanpa akhir.
Berbagai tempat dan perhiasan yang indah di dunia ini hanyalah gaung dari yang sebenarnya di surga. Keberadaan mereka membuat orang mukmin sejati memikirkan surga dan merasa kerinduan yang makin dalam kepadanya. Sementara itu, sepanjang hidupnya, sangat mungkin seorang mukmin menderita kesulitan dan kesedihan; namun, mukmin sejati meletakkan kepercayaannya kepada Allah dan dengan sabar menanggung penderitaan apa pun yang menimpa. Lebih dari itu, karena menyadari bahwa ini merupakan jalan untuk memperoleh kesenangan yang baik dari Allah, sikap sedemikian memberikan kelegaan khusus dalam hatinya.
Pribadi mukmin adalah seorang yang terus-menerus menyadari keberadaan penciptanya. Dia tunduk akan semua perintah-Nya dan berhati-hati menjalani kehidupan sebagaimana diuraikan dalam Al Quran. Dia memiliki dugaan dan harapan yang realistis bagi kehidupannya setelah kematian. Karena seorang mukmin meletakkan kepercayaannya kepada penciptanya, Allah meringankan semua kesengsaraan dan penderitaan dari hatinya.
Yang lebih penting lagi, seorang mukmin setiap saatnya merasakan tuntunan dan dukungan dari penciptanya. Ini merupakan kedamaian hati dan pikiran yang berasal dari kesadaran bahwa Allah bersamanya setiap kali dia berdoa, menyibukkan diri dengan amal-amal kebaikan, atau melakukan sesuatu — penting atau tidak berarti — semata untuk memperoleh keridhaan-Nya.
Ini sudah tentu merupakan sebuah perasaan aman yang mengilhami hati seorang mukmin yang memahami bahwa "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah." (QS. Ar-Ra'd, 14: 11), dan bahwa dia akan memperoleh kemenangan dalam perjuangannya dengan nama Allah, dan bahwa dia akan menerima kabar baik mengenai ganjaran abadi: surga. Maka, mukmin sejati tidak pernah takut atau bersedih, sesuai dengan ilham Allah kepada para malaikat "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan orang-orang yang telah beriman" (QS. Al Anfaal, 8: 12)
Orang mukmin adalah mereka yang berkata "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (QS. Fushshilat, 41: 30). Juga "bagi mereka para malaikat turun" dan kepada siapa para malaikat berkata, "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (QS. Fusshhilat, 4: 30). Orang mukmin juga menyadari bahwa pencipta mereka "tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya" (QS. Al A'raaf, 7: 42). Mereka sangat menyadari bahwa "Allah lah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS. Al Qamar, 54: 49). Jadi, merekalah yang berkata, "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal" (QS. At-Taubah, 9: 51) dan meletakkan kepercayaannya kepada Allah. "Tidak ada kerugian bagi mereka" karena "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung" (QS. Ali Imran, 3: 173-174). Namun, karena dunia merupakan tempat untuk menguji semua manusia, orang mukmin perlu dihadapkan pada beberapa kesulitan. Kelaparan, kehausan, kehilangan harta, penyakit, kecelakaan, dan sebagainya mungkin menimpa mereka kapan pun juga. Kemiskinan, juga bentuk-bentuk kesulitan atau kemalangan lainnya mungkin pula menimpa mereka. Bentuk ujian yang mungkin dilalui seorang mukmin diterangkan sebagai berikut dalam Al Quran:
Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita. (QS. Az-Zumar, 39: 61)
Orang-orang mukmin menyadari bahwa masa-masa sulit diciptakan secara khusus dan bahwa kewajiban mereka adalah menanggapinya dengan kesabaran dan istiqamah. Lebih jauh lagi, ini merupakan kesempatan besar untuk menunjukkan tekad dan komitmen terhadap Allah dan suatu jalan untuk memperoleh kedewasaan diri dalam pandangan-Nya. Maka, seorang mukmin menjadi lebih bahagia, gembira dan lebih tekun pada kesempatan seperti itu.
Namun, perilaku mereka yang tidak beriman sama sekali berbeda. Saat-saat sulit membuat mereka jatuh dalam keputusasaan. Di samping penderitaan fisik, seorang yang tak beriman juga menanggung penderitaan mental yang berat.
Ketakutan, kehilangan harapan, pesimisme, kesedihan, kecemasan, dan gejolak yang merupakan ciri pembawaan dari orang yang tidak beriman di dunia tak lain hanya bentuk kecil dari kepedihan sebenarnya yang akan mereka tanggung di akhirat. "menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al An'aam, 6: 125)
Di lain pihak, orang mukmin sejati yang mencari pengampunan dan bertobat kepada Allah menerima kemurahan dan kasih sayang Allah di dunia ini sebagaimana dituturkan ayat berikut:
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. (QS. Huud, 11: 3)
Pada ayat lain, kehidupan orang-orang mukmin diuraikan sebagai berikut:
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa. (QS. An-Nahl, 16: 30-31)
Hari akhirat jelas lebih utama dan lebih baik daripada dunia ini. Dibandingkan dengan hari akhir, dunia ini tak lain hanyalah sarana dan merupakan tempat yang tak berharga sama sekali. Maka, jika seseorang ingin mencari tujuan untuk dirinya, tujuan itu haruslah surga di akhirat. Seharusnya juga diingat bahwa mereka yang mencari surga menerima kebajikan dari Penciptanya di dunia ini juga. Tetapi mereka yang mencari kehidupan dunia ini dan mendurhaka terhadap Allah seringkali tak mendapatkan apa-apa yang berharga darinya dan kemudian kediaman mereka pada kehidupan selanjutnya adalah neraka.
Read More..

Jumaat, 23 Disember 2011

Hukum Orang Islam Mengucapkan Tahniah Dan Ucapan Selamat Bersempena Perayaan Agama


Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-78 yang bersidang pada 12 Jun 2007 telah membincangkan Hukum Orang Islam Mengucapkan Tahniah Dan Ucapan Selamat Bersempena Perayaan Agama Bukan Islam. Muzakarah telah memutuskan bahawa:

  1. Apa jua amalan atau perlakuan orang Islam dalam hal-hal yang berkaitan dengan perayaan orang bukan Islam sekiranya melibatkan akidah atau iktikad seperti mengiktiraf agama bukan Islam atau menganggap semua agama adalah sama, maka ia ditegah oleh Islam.
  2. Walaubagaimanapun sekiranya amalan atau perlakuan tersebut hanya atas dasar kemasyarakatan atau hubungan sosial antara Islam dan bukan Islam untuk tujuan perpaduan, maka ia dibenarkan oleh Islam.
  3. Memberi ucapan tahniah dan selamat atau mengirimkan ucapan melalui kad atau alat-alat telekomunikasi seperti e-mail atau sistem pesanan ringkas (sms) dan sebagainya kepada orang bukan Islam sempena dengan perayaan agama mereka adalah harus, dengan syarat ucapan itu tidak mengiktiraf, memuji atau memuliakan agama bukan Islam serta tidak menggunakan sebarang simbol atau lambang keagamaan mereka dalam kiriman ucapan tersebut.
  4. Keputusan (English):
The Ruling On Muslim Wishing and Greeting On Non Muslim Religious Festival

Decision:

The 78th Muzakarah (Conference) of the Fatwa Committee National Council of Islamic Religious Affairs Malaysia held on 12th June 2007 has discussed on the ruling on Muslims wishing and greeting on non Muslim religious festivals. The Committee has decided that:

1. Any Muslim practice or behaviour with respect to non-Muslim festivals and celebrations that involve the questions of aqida or conviction such as acknowledging other religion or believing that all religions are same, are prohibited in Islam

2. However, if the stated practice or behaviour is done on the basis of societal or social relationship between Muslims and non-Muslims for the purpose of harmony is permitted in Islam

3. To give congratulatory and good wishers or to send greetings using cards or telecommunication devices such as e-mails, short messaging system (sms) or etc to non Muslims during their religious festivals is permissible, on the condition that the greetings do not recognise, praise, glorify the religion of non-Muslims and also do not use any of their religious symbols in the greetings sent.
" 
Read More..

AKHIRAT, TEMPAT TINGGAL MANUSIA YANG SEBENARNYA BAH 1


Banyak orang yang mengira bahwa mungkin saja menjalani kehidupan yang sempurna di dunia ini. Menurut pandangan ini, hidup yang bahagia dan menyenang-kan dicapai melalui kelimpahan materi, yang bersama dengan sebuah kehidupan rumah tangga yang memuaskan dan pengakuan atas status sosial seseorang umumnya dianggap sebagai asas bagi kehidupan yang sempurna.
Namun menurut cara pandang Al Quran, suatu "kehidupan yang sempurna" yaitu, kehidupan tanpa masalah adalah mustahil di dunia ini. Ini semata karena kehidupan di dunia memang sengaja dirancang untuk tidak sempurna.
Akar kata bahasa Arab bagi 'dunia' dunya mempunyai sebuah arti penting. Secara etimologis, kata ini diturunkan dari akar kata daniy, yang berarti "sederhana", "remeh", "rendah", dan "tak berharga". Jadi, kata 'dunia' dalam bahasa Arab secara inheren mencakup sifat-sifat ini.
Ketidakberartian kehidupan ini ditekankan berkali-kali pada awal situs ini. Memang semua faktor yang dipercaya akan membuat hidup indah — kekayaan, kesuksesan pribadi dan bisnis, pernikahan, anak-anak, dan seterusnya — tak lebih dari tipuan yang sia-sia. Ayat tentang ini sebagai berikut:
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warna-nya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al Hadiid, 57: 20)
Dalam ayat lainnya, Allah menyebutkan kecenderungan manusia kepada dunia daripada akhirat:
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. Al-A'laa, 87: 16-17)
Berbagai masalah muncul hanya karena, dibandingkan hari akhirat, manusia menilai hidup ini terlalu tinggi. Mereka merasa senang dan puas dengan apa yang mereka miliki di sini, di dunia ini. Perilaku seperti ini tidak lain berarti memalingkan diri dari janji Allah dan karenanya dari realitas keberadaan-Nya yang agung. Allah menyatakan bahwa akhir yang memilukan telah menunggu mereka.
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. (QS. Yunus, 10: 7)
Tentu saja, ketidaksempurnaan hidup ini tidak menyangkal kenyataan adanya hal-hal yang baik dan indah di muka bumi. Tetapi di bumi ini, apa yang dinilai indah, menggembirakan, menyenangkan, dan menarik berpasang-pasangan dengan ketidaksempurnaan, cacat dan jelek. Tentu saja, jika diamati dengan pikiran yang tenang dan teliti, fakta-fakta ini akan membuat seseorang menyadari kebenaran hari akhir. Bersama Allah, kehidupan yang benar-benar baik dan bermanfaat bagi manusia adalah kehidupan akhirat.
Allah memerintahkan para hamba-Nya yang setia untuk berupaya keras memperoleh surga dalam ayat berikut:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali ‘Imran, 3: 133)
Read More..