Pages

Search This Blog

Followers

like Batu

Jumlah Paparan Halaman

Khamis, 24 November 2011

Sejarah Realiti: Empayar Islam hingga benua Amerika.

Jika anda mengunjungi Washington DC, pergilah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Minta arkib perjanjian kerajaan Amerika Syarikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ada tanda tangan ketua suku Cherokee zaman itu, bernama AbdeKhakdan Muhammad Ibnu Abdullah.

Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk meneruskan aktiviti perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam. Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (serban) dan baju hingga sebatas lutut.

Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Ketua suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari tanah Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.
Berbicara tentang suku Cherokee, tidak boleh lepas dari Sequoyah. Dia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembaliSyllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.
Yang membuatkannya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada batu-batu diNevada sangat mirip dengan kata “Muhammad” dalam bahasa Arab.
Nama-nama suku Indian dan ketua sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache,Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi,Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Bahkan, beberapa ketua suku Indian juga mengenakan tutup kepala khas orang Islam. Mereka adalah Ketua Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.
Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak terasa oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya. Seperti kata-kata seorang Ketua Suku Ohiyesa :
“In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”.
Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah?
Bagaimana ketua suku Indian Cherokee itu muslim?
Sejarahnya panjang,
Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya waktu itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi wilayah-wilayah yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
Beberapa nama tetap begitu tersohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya, sebut saja Cheng Ho dan Ibnu Battuta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademik.
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).
Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957),Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang penunjuk arah muslim dariCordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Sepanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.
Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayyah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Sepanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.
Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Sepanyol, Hisham II(976-1009) seorang pelayar dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulauan Canary).
Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Sepanyol pada bulan Mei 999.
Pelayaran melintasi Lautan Atlantik dari Morocco dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Morocco pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Caribbean pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan rujukan oleh ilmuwan Islam.
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. SejarawanChihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama.
Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.
Sultan yang tercatat menjelajah benua hingga ke benua baru saat itu adalahSultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.
Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab.
Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarnaPiri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja OttomanSultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup tepat.
Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib(Karibia/Caribean) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.
Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Cuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa runtuhan masjid telah ditemukan di Cuba, Mexico, Texas dan Nevada.
Dan tahukah anda? 2 orang nakhoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Morocco Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika?
Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari Sepanyol sebanyak 300.000orang yahudi oleh raja Ferdinand yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi mengumpul dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Sepanyol.
Pelayaran Columbus ini nampaknya diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan penaja’ Yahudi. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan penerbitan dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja kereta Amerika itu.
Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropah menjejakkan kaki ke benua Amerika.
Dan tahukah anda? sebenarnya Laksamana Zheng He atau yang lebih dikenal dengan nama Laksamana Cheng Ho adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum Columbus.
Sekitar 70 tahun sebelum Columbus memacakkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu sampai ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu terkejut dengan paparan seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dan lantas mendapat perhatian besar.
Tampil penuh keyakinan diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Cheng Ho). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.
Bahkan menurutnya, Zheng He ‘mengalahkan’ Columbus dengan jarak waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kekecohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah.
Adalah sebuah peta yang dibuat sebelum Columbus memulakan ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang ditunjukkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti ketepatan benda-benda bersejarah itu.
“Laksamana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,” ujarnya.
Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artifak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.
Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.
Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 March 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.
“Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut,” ungkap Menziesyang juga ahli navigasi dan bekas komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeza dari pelayaran ini melalui catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.
Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat pusat bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.
“Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih memerlukan penanggalan petanya,” kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. “Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari arah yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat.”
Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis khatulistiwa di Laut Hindi. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. “Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita boleh memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun.”
Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa agakan waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Wilayah Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoriti Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam.
Ayah dan datuk Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri membesar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Dia adalah Muslim yang taat.
Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun.
Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi maharaja bernama Yong Le. Maharaja inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah seorang panglima laut paling termashyur di dunia.
nota: semoga dengan info ini dapat membuka minda saudara-saudara kita yang terlalu naif tentang sejarah perkembangan Islam dan kuasanya. Senang cakap, di mana saja tanah yang pernah dijajah oleh kuasa asing barat, di situ adalah tanah umat Islam.
Read More..

Susahnya Jadi Perempuan, Payahnya Jadi Lelaki

Ada orang mengatakan alangkah susahnya menjadi perempuan. Banyak benar kekangan, sedari kecil tidak boleh hidup bebas. Pergerakannya diperhatikan orang tua. Gerak gerinya menjadi bualan. Hinggalah ada juga yang memberontak jiwanya, ingin keluar dari kepompong sehinggalah dibuang sifat-sifat kewanitaannya untuk menyamai lelaki. Yang jauh dari itu mempersoalkan takdir yang telah ditentukan oleh Yang Maha Esa. Lalu ia melanggar naluri dan fitrah seorang wanita.

Wanita perlu pula menutup auratnya dengan sempurna. Maklumlah aurat yang rata-rata difahami hanya sekadar menutup rambut sudah memadai katanya sedangkan ia jauh dari itu. Tutur katanya juga perlulah dijaga agar tidak timbul perasaan jahat di hati lelaki. Hinggalah terbit dari hati "Wahai, sukarnya menjadi seorang wanita"

Rupanya apabila Islam telah menyebarkan sinarnya pada zaman Jahiliyyah yang menzalimi wanita dan anak-anak perempuan maka tinggilah martabat kemuliaan wanita. Sehinggalah di dalam al Quran terdapat surah An Nisa' iaitu surah wanita dan Islam amat menjaga wanita serta ditunjukkan hak-hak yang perlu diberi kepada kaum hawa ini.

Wahai wanita, janganlah hendaknya dirimu dibiarkan rosak oleh kaum Adam yang jahat perangainya, dipergunakan untuk mendapatkan keuntungan. Lihat sahajalah di setiap iklan di dalam media massa, bukan barangan yang menjadi tontonan. Tetapi di sebaliknya wanita yang berada di sisinya, maka larislah barangan disebabkan wanita dipergunakan setiap mahkota yang ada padanya. Alangkah harubirunya dunia ini apabila pemudinya rosak akhlaknya. Bila tiada kekuatan akidah dan pendidikan agama, walau seorang profesional sekalipun tidaklah lepas dari jatuh ke lembah kehinaan jika tiada cinta kepada ALlah.


Adakah mereka terseksa di dalam pakaian mereka?


Wanita Kebanggaan Islam


Wanita jika yang dibentuk dirinya dengan acuan yang betul, lahirlah serikandi Islam sebagaimana Aisyah radiyaLlahu 'anha, lahirlah anak yang taat kepada ibu dan ayahnya sebagaimana Asma' binti Abu Bakar yang digelar zatun nitaqoin membawa bekal, memanjat sehingga ke pintu gua untuk memberi bekalan kepada 2 orang kekasih ALLah iaitu ayahnya sendiri Saidina Abu Bakar As Siddiq dan junjungan besar Nabi Muhammad SallaLLahu 'alaihi wasallam. Alangkah bahagianya apabila ada pendorong di dalam hidup, pendokong ketika dalam kesusahan dan kesedihan, menjadi teman seperjalanan menemani hayat sebagaimana Ummul Mukminin Saidatina Khadijah binti Khuwailid. Tentunya menjadi ibu kebanggaan para pencinta Islam sebagaimana Ummu Habibah (gelaran bagi Ramlah binti Abu Sufyan), walau ditimpa ujian bertalu-talu, dipaksa untuk murtad oleh ayahnya ketika ia memeluk Islam. Ditambahi pula dengan karenah suaminya yang telah berpaling dari Islam dengan memeluk agama Kristian, beliau rela berpisah kerana cintanya kepada ALlah melebihi segala-galanya dan tinggilah darjatnya apabila dilamar oleh RasuluLlah untuk menjadi teman hidupnya. Balasan untuk orang yang sabar dan gigih di dalam agama ALlah.


Jika diselusuri sejarah, ramainya tokoh-tokoh wanita Muslimah yang memberi sumbangan besar di dalam dunia Islam. Fatimah binti Sa'ad al Khair al Ansari al Andalusi, lahirnya di China pada tahun 522 Hijrah. Mengajar di Kaherah dan Damsyiq dan ramai tokoh yang mengambil hadith darinya seperti al Hafiz al Munziri. Siti Zubaidah, isteri Khalifah Harun al Rasyid telah membelanjakan sebahagian besar hartanya untuk memperkuatkan kubu pertahanan dan kawasan sempadan. Jasanya dalam menampungi saluran air yang dibina dari Baghdad hinggalah ke Mekah untuk jemaah haji sehinggalah saluran air ini dikenali sebagai "Ain Zubaidah" (Mata Air Zubaidah). Lihatlah perkataannya - apabila dibentangkan kepadanya kos perbelanjaan saluran itu, beliau telah mencampakkan bil perbelanjaan itu ke dalam sungai sambil berkata : "Kami tinggalkan hitungannya untuk Hari Perhitungan".


Kitalah Lelaki Itu


Ada orang mengatakan payahnya menjadi lelaki. Besarnya tanggungjawab yang perlu dipikul untuk meneruskan kehidupan. Maklumlah di zaman ini, besarlah cabaran bagi seorang lelaki yang dipenuhi dengan tribulasinya. Kita diuji dengan penglihatan yang menggoda iman, patutlah ALlah menyuruh kita di dalam firmanNya yang bererti :


" Katakanlah kepada orang2 beriman laki2 agar mereka menundukkan pandangan mata ( terhadap wanita ), dan memelihara akan kemaluan mereka ( menutupya ). Yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah amat mengetahui akan apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya."

( An-Nur : 30-31 )


Berapa ramai yang telah kalah di dalam menjaga pandangan dan kemaluannya ?


Suami diuji dengan isteri, harta, anak-anak. Orang lelaki perlu bekerja mencari rezeki dan bukannya duduk goyang kaki. Orang lelaki perlu kuat pegangan agamanya, tahu menjadi imam, mempunyai daya kepimpinan, membuat keputusan yang betul. Kita tetaplah lelaki untuk meneruskan perjalanan di bumi ALLah ini, tidak mudah mengalah, berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik dan memperbaiki diri. Begitulah, hidup orang yang beriman, kesusahan itu sebenarnya adalah hiburan, ujian itu menambahkan cinta kepada ALlah. Kita selusuri kembali dari kacamata sirah siapakah lelaki sejati yang menjadi tauladan umat ini.


Lelaki Sejati Perlu Mencontohi Mereka


Agungnya akhlakmu ya RasuluLLah menjadi suri tauladan sepanjang zaman. Tarbiah dan didikanmu kepada para sahabat melahirkan Abu Bakar yang sikapnya lemah lembut tetapi tegas di dalam menjalankan hukum ALLah. Menjadikan Saidina Umar berani di hadapan para kafir Musyrikin serta besar jasa-jasanya dalam menyebarkan dakwah Islam dan diteruskan kegemilangannya oleh Saidina Uthman dan Saidina Ali radiyaLlahu 'anhum. Begitulah seorang dari seorang sahabat yang amat memusuhi Islam akhirnya menjadi panglima Islam yang berani sebagaimana Khalid bin Al Walid. Adakah kesusahan, kesulitan menjadikan mereka cengeng dan berundur dari melaksanakan tugas sebagai hamba ALlah?


Siapakah yang tidak kenal seorang hamba yang berkulit gelap berbangsa Habsyi yang upahnya setiap hari adalah dua genggam kurma. Tetapi putih bersih hatinya, kebal imannya dari dicarik dan dirosakkan oleh ketulan batu yang menghempap dirinya. Beliaulah muazzin ar Rasul (tukang azan RasuluLlah), pelopor kebebasan peribadi walaupun zahirnya diikat sebagai hamba kepada Muawiyah bin Khalaf, namun jiwanya bebas hanya untuk menyembah ALlah sehinggalah ia benar-benar bebas dimerdekakan oleh sahabat yang mulia hatinya iaitu Saidina Abu Bakar radiyaLLahu 'anhu. Lelaki sejati inilah yang berjuang di barisan hadapan di dalam siri-siri peperangan ketika bersama RasuluLLah dan berjaya membunuh Umaiyah bin Khalaf semasa peperangan Badar al Kubra.


Kentalnya jiwa Urwah bin Zubair seorang ahli fiqh yang terbesar. Menurut ceritanya sebelah kakinya mendapat penyakit yang menyebabkan para doktor memutuskan ia perlu dipotong agar tidak merebak sehingga ke betis dan seluruh tubuhnya. Lalu beliau disuruh untuk meminum satu minuman yang boleh menghilangkan kewarasan akalnya supaya dia tidak merasa sakit. Lalu beliau berkata


"Aku tidak mengira, bahawa seorang yang beriman kepada ALlah akan mahu minum sesuatu yang dapat menghilangkan akalnya, sehingga dia tidak mengenal dan ingat la akan Tuhannya. Biarlah kakiku ini dipotong"


Lalu dipotong pada lututnya. Dia diam sahaja, tidak berkata apa dan tidak mengeluh atau merintih barang sedikitpun.


Selanjutnya qadar Allah telah pun tertulis, untuk menguji iman lelaki sejati ini. Di malam hari kakinya dipotong itu terjatuh pula putera kesayangannya dari tingkat atas rumah lalu meninggal ketika itu juga. Kawan-kawannya pun datang mengucapkan takziah (menyatakan turut rasa duka cita).


Urwah bin Zubair mengucapkan 


"Ya ALlah! Pujian untuk Engkau. Anakku tujuh orang, lalu Engkau ambil satu, dan tinggal enam orang. Kaki tanganku ada empat, lalu Engkau ambil satu dan masih tinggal tiga. Kalau Engkau yang memberikan cubaan, sesungguhnya Engkau juga yang menyelamatkan (menyembuhkan)"


Tugas Kita Sebagai HambaNya


Di antara rasa susah dan payahnya menjadi perempuan dan lelaki. Maka perlu bertanya juga di dalam hati, sudahkah kita mensyukuri nikmat yang ALlah telah beri selama menjadi perempuan dan lelaki? Wanita dan lelaki yang beriman tetaplah perlu bergandingan bantu membantu di dalam perjuangan diri, keluarga dan masyarakat ke jalan ALlah. Mengajak ke arah kebaikan, menegur kemungkaran bukan tugas 'seseorang'. Lupakah kita firmanNya yang bererti :


Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(Surah at Taubah : Ayat 71)


Ya saudaraku sekalian, bukan bergandingan bahu membuat maksiat atau penzinaan tetapi bahu membahu di dalam meninggalkan larangan dan mengerjakan taat kepada Allah..
Read More..

Dengar ni, wahai ulama'-ulama UMNO !!!



Kenapa umat Islam, hatta di kalangan ulama-ulama terbuang di Malaysia, tidak bersependapat dan sepakat dalam hal pelaksanaan hukum hudud? Malah mereka dilihat bertentangan antara satu sama lain. Seolah-olah hukum hudud itu ada pilihan untuk melaksanakannya atau tidak melaksanakannya. Berikutan kecelaruan itu, apakah pandangan Dato' dalam perkara ini?

Dato' Dr. Haron Din : Berlainan dan percanggahan pendapat dalam Islam adalah perkara lumrah dari dahulu hingga sekarang. Bagaimanapun perlulah diketahui bahawa berlainan pendapat itu, ada yang diharuskan syarak dan ada yang dilarang. Malah ada yang amat-amat dilarang.

Yang diharuskan adalah pada perkara-perkara/ furu'iyyah (masalah-masalah cabang) yang tidak ada nas syarak yang memastikannya. Adapun yang diharuskan berkhilaf, adalah pada ruang berijtihad pada perkara yang ada tiada nas syarak, tidak ada ayat yang menetapkan hukumnya. Lebih-lebih lagi pada perkara yang baru timbul, di mana tidak pernah berlaku sebelum ini.

Contoh jelas yang diharuskan berkhilaf. Seperti bila mana sahabat-sahabat Rasulullah S.A.W tidak bersependapat, sama ada hendak menghimpun dan menulis semula Al Quran. Abu Bakar As Siddiq R.A berpendapat tidak boleh dibuat kerana Rasulullah S.A.W tidak melakukannya dan tidak pernah ada suruhan melakukannya. Oleh kerana itu beliau berpendapat, ia tidak boleh dilakukan. Manakala Umar Al Khattab R.A berpendapat, perlu dilaksanakan usaha pengumpulan dan penulisan Al Quran kerana dibimbangi akan hilang daripada hafalan ummah. Sebabnya pernah berlaku, ramai penghafal Al Quran yang terkorban syahid. Generasi kemudian akan kehilangan Al Quran. Setelah mereka bertelagah, akhirnya mereka bersetuju perlu dihirnpun dan ditulis semula Al Quran.

Demikian juga mereka bertelagah dalam memilih seorang ketua negara untuk menggantikan Rasulullah S.A.W, bagi meneruskan pemerintahan Islam. Mereka bertelagah pada memilih orang, yang akhirnya mereka bersetuju memilih Abu Bakar As Siddiq.

Dalam permasalahan hudud, perlu atau tidak melaksanakannya, telah dijawab oleh amalan Rasulullah S.A.W, para sahabat dan juga as-salafussoleh. Perlu melaksanakannya. Mereka tidak pernah bertelingkah kerana wujud nas-nas syarak yang amat jelas, menyuruh kita, khasnya pihak berkuasa agama, pada setiap generasi, pada setiap negara, wajib melaksanakannya.

Sepatutnya tidak berlaku pertentangan pendapat di kalangan ulama-ulama muktabar, khasnya ulama 'amilin (yang beramal dengan ilmunya), jika kesemua mereka benar-benar takutkan Allah dan melaksanakan perintah Allah. Bagaimanapun jika ada di kalangan mereka, yang takut akan kehilangan maslahat keduniaan, daripada kemurkaan Allah Taala dan azabnya, maka akan berlakulah apa yang anda ajukan pada persoalan di atas, bahawa ada ulama bertelingkah.

Setiap satu dalam kesalahan hudud (mencuri, merompak, berzina, menuduh zina, meminum arak, murtad) semuanya telah ditetapkan Allah hukumannya di dalam Al Quran (dan terang hukumnya) dan juga hadis-hadis sahih, maka pelaksanaannya adalah wajib.
Read More..

Rabu, 23 November 2011

GEMPAK : Razali kena tahi lembu.........



Kenyataan Timbalan Menteri Sukan Razali Ibrahim yang menuduh Pakatan Rakyat antara penyebab rakyat Indonesia membenci Malaysia adalah suatu kenyataan yang bodoh lagi tolol. Pemikiran Razali sama seperti Khairy Jamaluddin(KJ) dan lebih rendah daripada pemikiran JKKK.

Adakah Razali membuat "homework" sebelum membuat tuduhan itu di Parlimen? Sebenarnya Razali tidak memahami apa makna "maling" yang ditujukan kepada pasukan Malaysia.

Kebencian segelintir rakyat Indonesia terhadap Malaysia bukan mengenai soal kepartian.Ianya lebih kepada soal kedaulatan negara. Mereka lebih menjurus kepada isu pertiakaian perairan dan pulau, soal layanan terhadap amah dan pekerja Indonesia. Bukan soal politik kepartian.

Mengapa Razali begitu sensitif ? Adakah beliau umpama, "siapa makan lada, dia terasa pedas" ?

Begitulah kehidupan Menteri-Menteri UMNO. Pergi kemana sahaja jika terdengar suara seperti lanun, perompak, takut bini , kapal selam, Mongolia, C4 dan terkini lembu maka cepat-cepat terasa hati dan sensitif seterusnya melabel dan menuduh pembangkang.

Untuk pengetahuan Razali, rakyat Indonesia tidak ambil tahupun tentang hal dalaman politik Malaysia. Mereka lebih kepada semangat Nasionalisme.

Selepas ini, barangkali rakyat Malaysia pastikan "benda-benda" ini menjadi sensitif kepada Menteri UMNO . Antaranya seperti PMNajib - bendera Mongolia dan kapal selam. RTM juga tidak akan menyiarkan filem drama tentang kisah suami takut bini dan Shahrizat Jalil tidak akan hadir sebarang acara yang ada lembu. Nanti rakyat ingat NFC dan kondominium. Atau ingat Shahrizat...ingat lembu!

Barangkali jika Razali terpijak tahi lembu secara automatiknya dia teringat Shahrizat ?

Ejekan "maling" begitu kecil berbanding perangai UMNO yang berlagak lanun dan perompak dalam isu royalti minyak Kelantan dan Terengganu."
 
Read More..

Bahasa Melayu tidak mempunyai nilai komersial


"Satu kenyataan yang menghina Bangsa dan Bahasa Melayu ! Mari kita tengok adakah agenda memartabatkan Bahasa Melayu akan dijadikan topik perbahasan utama dalam perhimpunan terbesar orang Melayu pada 29 November hingga 3 Disember 2011 nanti.




Koleksi artikel sebelum ini yang membayangkan betapa hinanya Bahasa Melayu di bawah ini :

Malaysia kembali dijajah oleh England, bermula di Putrajaya di SINI

Bangsat sangatkah Bahasa Melayu ini ? di SINI

Ong Kim Swee, Pejuang Bahasa Melayu Unggul di SINI

PROJEK KOMERSIAL PERLU GUNA BAHASA MELAYU
Utusan Malaysia 22 Nov 2011

KUALA LUMPUR 21 Nov. - Projek-projek komersial yang akan dibangunkan di ibu kota diwajib menggunakan bahasa Melayu kecuali melibatkan nama khas.

Beliau mengulas laporan Utusan Malaysia baru-baru ini mengenai kecenderungan pemaju projek komersial di ibu negara termasuk projek perumahan mewah untuk menggunakan bahasa Inggeris.

Ahmad Fuad berkata, ANTARA ALASAN YANG DIBERIKAN OLEH PEMAJU UNTUK MENGGUNAKAN BAHASA INGGERIS TERMASUK BAHASA ITU BOLEH DIGUNAKAN SEBELUM INI DAN JUGA KONONNYA BAHASA MELAYU TIDAK MEMPUNYAI NILAI KOMERSIAL.

Sumber: utusan.com.my"
 
Read More..

Selasa, 22 November 2011

Mukjizat Nabi S.A.W Membelah Bulan Dibuktikan Benar Oleh Amerika

Mukjizat yang paling besar sehingga ke hari ini adalah al-Quran itu sendiri. Sejak 1400 tahun lalu, al-Quran tetap terjaga keasliannya. Di dalam Quran terdapat rahsia sains moden.

 Selain itu mukjizat lainnya adalah ajaran Islam itu sendiri. Sejak 1400 tahun lalu, Muhammad saw mengatakan bahawa babi dan arak itu adalah haram dan dilarang untuk di makan dan diminum.

Sampai sekarang hukum ini tetap dipatuhi oleh ummat Islam walaupun sudah 14 abad berlalu. Berbeda dengan ajaran Nabi Isa yang telah diseleweng dan diubah oleh Paulus.


Selain itu mukjizat yang pernah dilakukan oleh Muhammad saw dengan izin Allah swt adalah membelah bulan. Adakah ini benar? Mari kita mencari kebenarannya.

Benarkah peristiwa menakjubkan Rasulullah dengan izin Allah membelah bulan 14 abad yang lalu betul-betul terjadi? Apapun yang datang dari Allah dan Rasulnya, masuk akal ataupun tidak, kita tidak boleh untuk menafikan kebenarannya. Semoga fakta ini boleh menambah keyakinan kita terhadap sebuah kebenaran. Kebenaran yang mutlak dari-Nya.

"Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah" 
(Q.S. Al-Qamar: 1)

Ayat Al-Qur'an di atas ini telah menyebabkan seorang insan memeluk Islam.




Ini Adalah Kisahnya

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar




Dalam temu bual di televisyen bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggeris bertanyakan soalan kepadanya, adakah ayat dari surat Al-Qamar (ayat di atas) memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar telah menjawabnya seperti di bawah ini:

Mengenai ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sebelum ini saya pernah mengadakan pembentangan di Universiti Cardiff, dan para peserta yang hadir datangnya dari pelbagai bangsa dan agama, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tajuk diskusi ketika itu adalah mengenai mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah dirungkaikan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak dapat menjagkaunya.

Mengenai terbelahnya bulan, perkara itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad s.a.w sebagai bukti kenabian dan kerasulannya sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat itu disaksikan oleh setiap orang yang melihatnya pada masa itu. Andainya perkara itu tidak tertulis di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani dan percaya akan kejadian tersebut. Walaubagaimanapun kejadian bulan terbelah itu memang benar terkandung di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah s.a.w. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun menceritakan semula kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah ini berlaku sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, cuba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang dapat membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kamu inginkan ? Mereka menjawab: Cuba membelah bulan, .."

Rasulullah berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad supaya mengarahkan telunjuknya ke bulan. Selepas itu Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berkata, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahawa sihir boleh saja "menyihir" orang yang ada disekelilingnya tetapi tidak dapat menyihir orang yang tidak berada ditempat kejadian. Mereka menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan untuk mendapatkan kepastian. Maka orang Quraisy pun segera menuju keluar dari kota Mekkah untuk menanti orang yang baru pulang dari perjalanan.




Ketika datangnya rombongan pertama yang menuju ke Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kamu melihat sesuatu yang aneh terhadap bulan?" Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling berjauhan antara keduanya dan kemudian kembali bercantum."

Gambar Hiasan




Maka sebahagian dari mereka beriman, dan sebagian lainnya tetap kafir (ingkar). Oleh kerana itu, Allah menurunkan ayat-Nya:

Sungguh, telah dekat hari kiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, mereka pun ingkar lagi berpaling sambil berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus berlaku", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka.

Ini adalah kisah yang benar, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, seorang muslim warga Inggeris berdiri dan memperkenalkan diri, "Saya Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Britain. Bolehkah saya menambah sedikit mengenai apa yang kita bincangkan tadi?"

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: "silakan."

Daud Musa Pitkhok berkata, "Saya pernah meneliti agama-agama lain (sebelum memeluk Islam) dan salah seorang rakan muslim menunjukkan sebuah terjemah dan makna-makna Al-Qur'an. Saya amat berterima kasih kepadanya dan saya membawa terjemah itu pulang ke rumah. Ketika saya menyelak-nyelak terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, saya terbaca sepotong ayat, telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah.

Saya berfikir seketika, adakah ayat ini masuk akal? Adakah mungkin bulan boleh terbelah dua dan kemudian bercantum kembali? Kalaulah benar, kekuatan apakah yang dapat melakukan perkara itu?. Saya berhenti dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan meneruskan kehidupan seharian seperti biasa. Akan tetapi Allah Maha Mengetahui tentang tahap keikhlasam hamba-Nya dalam mencari kebenaran. Tidak lama selepas itu saya menonton bual bicara di televisyen. Bual bicara itu berlangsung diantara host seorang Inggeris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS.

Ketiga-tiga pakar angkasa tersebut menceritakan tentang kos kewangan yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke angkasa, padahal pada waktu  yang sama dunia sedang mengalami masalah kebuluran, kemiskinan, wabak penyakit dan peperangan. Host pun berkata, "Kalaulah dana itu digunakan untuk mengamankan dunia ini, tentulah lebih berguna". Ketiga-tiga pakar itu membela diri dengan membela projek angsa lepasnya sambil berkata, "Projek angkasa lepas ini akan membawa kesan yang sangat positif kepada kehidupan manusia dalam bidang perubatan, industri, dan pertanian. Jadi dana kewangan tersebut bukanlah sesuatu yang sia-sia tetapi ianya dalam rangka pembangunan dan kemajuan kehidupan manusia.

Projek yang menelan jutaan dollar


Perbincangan selepasnya berkisar tentang angkasawan menjejakkan kakinya di bulan, dimana penerokaan angkasa raya ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar fakta itu, host begitu terkejut dan berkata, "Dana begitu besar digunakan dan dibuang oleh AS hanya untuk  mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, tujuannya tidak semata-mata mendarat di bulan tetapi kami mahu mengkaji kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri."


Selepas mendengar penerangan mereka, host Inggeris itu bertanya, "Jadi apa yang kamu temui selepas kajian dijalankan"


Mereka menjawab, "Terbukti bulan pernah terbelah pada masa dulu, kemudian kembali bercantum.


Host rancangan bertanya lagi, "Bagaimana kamu semua yakin terhadap kejadian itu?"


Mereka menjawab, "Kami dapat tahu dari penemuan dan kajian ke atas batuan-batuan dan kami dapati yang batuan tersebut terpisah di permukaan bulan sehinggakan ke dalam (perut) bulan. Selepas itu kami meminta para pakar geologi untuk merungkai misteri ini, dan mereka mengatakan bahawa perkara ini tidak mungkin terjadi kecuali jika bulan pernah terbelah dan bercantum semula".

Mendengar penjelasan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Britain itu berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah berlaku pada diri Muhammad s.a.w 1400-an tahun yang lampau. AS menggunakan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih hanya untuk memastikan kebenaran isi kandungan Al-Quran. Agama Islam ini tidak mungkin salah. Saya membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan saya membaca surat Al-Qamar. Itulah kisah awal saya menerima dan memeluk Islam.

Semua mukjizat yang terjadi adalah atas dasar kehendak Allah swt itu sendiri, bukan kerana keinginan Muhammad saw seorang tetapi atas dasar bantuan Allah swt. Sama halnya yang terjadi terhadap Nabi Isa (Jesus), bahawa beliau boleh menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan orang buta dan lain-lain. Semua itu adalah atas dasar kehendak Allah swt.
Read More..